Ketik disini

Sportivo

PGI Minta Pejabat Berpartisipasi

Bagikan

GIRI MENANG – Olahraga golf memang tergolong mahal. Tidak heran, jika olahraga yang satu ini sepi peminat. Para pemain golf yang dulunya getol bermain, satu demi satu mulai meninggalkan olahraga elit ini.

Imbasnya, lapangan golf GEC Rinjani Golong, Narmada, Lombok Barat, pun sepi. A�Personalia GEC Rinjani Golf Golong Syarifudin mengatakan, pegolf yang bermain ke tempatnya sangat minim.

Per bulannya, bisa dihitung dengan jari.A� a�?Sehari tak menentu, kadang satu orang, kadang tidak ada juga,a�? kata Syarifudin ditemui Lombok Post di lapangan golf GEC Rinjani Golong Narmada, kemarin (4/10).

Kondisi itu memengaruhi omzet pengelolaan lapangan golf. Karena, biaya yang dibutuhkan berbanding terbalik dengan pemasukan.A� a�?Pemeliharaan lapangan ini butuh biaya besar,a�? bebernya.

Jika grafik kunjungan tetap seperti ini, lanjut dia, lama kelamaan lapangan golf ini bisa saja ditutup. Sebab, anggaran operasional pemeliharaan terus menipis.A�a�?Lama-lama golf di NTB ini bisa punah,a�? terangnya.

Untuk itu, perlu adanya dukungan pemerintah dan stakeholder agar bisa mempertahankan olahraga ini.

Sementara, Kasir GEC Rinjani Golf Golong Keti Aulia mengungkapkan, penyewaan lapangan golf di tempat ini relatif murah. Untuk 18 hole, GEC hanya mengambil tarif Rp 450 ribu.A�a�?Kalau di daerah lain pasti jauh lebih mahal,a�? katanya.

Tarif Rp 450 ribu itu, khusus untuk pegolf dari mancanegara. Sementara, warga lokal dikenakan tarif kurang dari harga tetap.A�Tergantung penawaran dari pengunjung. Terlebih lagi, lanjut Keti, untuk golfer yang memiliki member hanya dikenakan tarif Rp 130 ribu hingga Rp 150 ribu. a�?Itu murahnya penawaran yang kita berikan,a�? jelasnya.

Untuk mengundang minat penyuka golf, sekali setahun diadakan pertandingan. Langkah itu untuk membangkitkan gairah golf di NTB.A�a�?Kita sudah melakukan upaya juga untuk merangkul para pemain golf,a�? tandasnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) NTB Yadi Usman mengaku telah bersusah payah untuk mengembangkan golf. Namun, minat masyarakat masih saja minim. a�?Kita sudah coba jalankan program,a�? jelasnya.

Lain halnya pada tahun 2000 hingga 2002, perkembangan olahraga tersebut pesat. Karena, pada saat itu, Gubernur NTB Harun Alrasyid mengajak beberapa instansi untuk bermain golf. a�?Masing-masing SKPD dan stakeholder lain juga ikut bermain golf,a�? ungkapnya.

Untuk itu, dia berharap kepada pejabat dan stakeholder lain untuk ikut mengembangkan kembali olahraga ini. a�?Ayo para pejabat kita sama-sama bermain golf,a�? ajaknya. (arl/r1)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka