Ketik disini

Sumbawa

Polisi Periksa PPK IGD RSUD Sumbawa

Bagikan

SUMBAWA -A� Aparat Polres Sumbawa mulai melakukan pemanggilan saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan IGD RSUD Sumbawa yang baru. Dalam hal ini polisi memeriksa Ahmad Fauzi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) IGD tersebut.

Ahmad Fauzi diperiksa penyidik Unit Tipikor Reskrim Polres Sumbawa Senin (3/10) lalu. Dia mendatangi Polres Sumbawa didampingi salah satu staf RSUD Sumbawa. Pemeriksaan dimulai pukul 13.00 Wita hingga pukul 15.30 Wita. Saat dicegat usai pemeriksaan, Fauzi enggan berkomentar terkait pemeriksaannya oleh penyidik. Ia lantas bergegas meninggalkan ruangan Sat Reskrim Polres Sumbawa.

Menurut informasi, yang bersangkutan dimintai keterangan seputar tugas dan tanggung jawabnya. Sebab dia merupakan PPK dalam pembangunan IGD tersebut.

Kasat Reskrim Polres Sumbawa AKP Yusuf Tauziri membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. Dalam pemeriksaan, pihaknya sudah meminta dokumen-dokumen terkait pembangunan IGD tersebut. Seperti DPA RSUD, surat kontrak, dan adendum untuk pekerjaan konstruksi, spesifikasi, serta gambarnya. Selain itu pihaknya juga meminta surat perjanjian pengerjaan pengawasan atas nama CV Daito Konsultan. Termasuk administrasi pencairan dana.

”Untuk sementara kami sudah memintai keterangan Ahmad Fauzi selaku PPK,” kata pria yang akrab disapa Yusta ini.

Dikatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan lebih spesifik terkait pemeriksaan yang dilakukan. Selanjutnya, rencananya akan dilakukan pemeriksaan sejumlah saksi lain dalam waktu dekat, yakni ketua dan sekretaris pokja. Termasuk Direktur PT Adistana dan kuasa direkturnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga terjadi penyimpangan dalam pembangunan IGD baru RSUD Sumbawa. Sejumlah item pengerjaan diduga tidak sesuai spesifikasi. Hal ini menyusul adanya laporan yang diterima pihak kepolisian beberapa waktu lalu. Diketahui, anggaran pembangunan IGD baru dan manajemen RSUD Sumbawa tahun 2015 senilai Rp 3,7 miliar lebih. Sebelum dilaporkan ke polisi, proses pembangunan gedung tersebut sempat menuai permasalahan. Subkontraktor sempat mencabut beberapa fasilitas IGD karena belum dibayarkan kontraktor. (run/r4)

Komentar

Komentar