Ketik disini

Metropolis

Tiga Kali Lebih Susah

Bagikan

MATARAM – Gubernur NTB TGB HM Zainu Majdi mengakui pembalakan liar sudah semakin marak. Bagi NTB masalah ini sangat krusial. Sebab NTB termasuk provinisi yang diisi pulau-pulau kecil.

Sesuai kesepakatan PBB, pulau di NTB termasuk ke dalam kriteria tersebut. A�Karena NTB berisikan pulau-pulau kecil, maka harus ada pendekatan yang lebih hati-hati di dalam mengelola sumber daya alam yang ada.

Dalam sebuah riset menyebutkan, penurunan atau degradasi kualitas lingkungan di pulau kecil membutuhkan waktu tiga kali lebih lama dibandingkan pulau besar. Misalnya, bila kerusakan alam di Pulau Kalimantan atau Pulau Sumatera dibutuhkan waktu 10 tahun, maka NTB membutuhkan waktu tiga kali lipat lebih lama atau 30 tahun. Ini untuk mengembalikan daya dukung lingkungan yang merosot akibat pembalakan liar.

a�?Di pulau besar saja sangat sulit, maka kita bisa bayangkan bagaimana kalau itu terjadi di daerah kita,a�? katanya.

Hal ini harus menjadi pertimbangan bagi semua pihak. Karena daya dukung lingkungan yang sangat terbatas. Untuk itu, faktor penyebab yang menurunkan kualitas lingkungan harus ditangani dengan cepat.

a�?Kalau tidak semua pencapaian pembangunan akan terkurangi kemanfaatannya kepada masyarakat,a�? ujarnya.

Artinya, pencapaian pembangunan yang sudah ada terancam dengan potensi bencana sebagai dampak dari penurunan kualitas lingkungan.

Di dalam RPJMD Provinsi NTB, dijelaskan sebagai salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah mempertahankan kualitas lingkungan di daerah. Maka di Provinsi NTB ada program NTB hijau yang menjadi payung dari seluruh program dalam mempertahankan kualitas lingkungan. Selain itu, ada program Permata untuk mempertahankan mata air yang ada, termasuk reboisasi.

a�?Karena itu sudah menjadi dokumen daerah maka harus tertuang dalam program-program yang kongkrit,a�? imbuhnya.

TGB menambahkan, jika praktik pembalakan liar terus dibiarkan maka akan menurunkan kredibilitas pemerintah. Hal ini akan menyebabkan banyak pihak beranggapan pemerintah tidak punya wibawa lagi, mereka tidak lagi menghormati produk hukum yang sudah dibuat, tidak perlu mengidahkan imbauan pemerintah. Karena siapa yang punya uang, dia bisa memprovokasi warga.

a�?Hal ini sangat berbahaya bagi pemerintah,a�? tandasnya.(ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka