Ketik disini

Headline Metropolis

Berani karena Ada Bekingnya?

Bagikan

MATARAM – Sekurangnya 25 tiang pemancar sudah tertancap di berbagai titik di penjuru Kota Mataram. Jumlah itu dipastikan masih terus bertambah, lantaran PT Tower Bersama Group (TBG) selaku pihak pemasang masih terus akan melakukan ekspansi.

a�?Jumlahnya mengikuti kemajuan teknologi dan perkembangan kota,a�? ujar Direktur TBG Rahmat Wahyudi, kemarin.

Mengusung konsep smart city, ia beralasan pemasangan tiang-tiang pemancar diperlukan untuk menyelaraskan perkembangan teknologi dengan masalah yang dihadapi langsung masyarakat. Nantinya akan ada semacam aplikasi khusus yang bisa menghubungkan pemerintah dengan masyarakatnya, sehingga interaksi bisa dilakukan lebih intens.

a�?Kalau ada masalah bisa disampaikan cukup lewat HP saja,a�? klaimnya.

Secara konsep, smart city yang ditawarkan ke Pemkot Mataram menurutnya akan sangat membantu. Masalah semisal sampah, kemacetan, genangan, dan ragam gangguan pelayanan dan fasilitas publik bisa disampaikan. Pemerintah bisa menerima info dari masyarakat dengan sangat mudah, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.

Namun belum juga diluncurkan resmi, tiang-tiang yang sudah terpasang sudah menuai pro dan kontra. Dalam rapat dengan TBG, Dishubkominfo secara resmi mengungkapkan protes. Pemasangan tiang yang sangat dekat dengan badan jalan, ada juga yang ditrotoar langsung disoal.

a�?Ada perda 7/2011 yang mengatur itu, semua harus diperhatikan,a�? kritik Surya Jagad, perwakilan Dishubkominfo Mataram.

Kadis Pertamanan Kota Mataram H Kemal Islam tak kalah tajam mengkritisi perusahaan itu. pasalnya sejumlah tiang yang dipasang mengorbankan taman-taman yang dengan susah payah dibangun dan dirawat pihaknya.

a�?Tanpa info, taman kami diobok-obok, harusnya koordinasi,a�? ketusnya.

Padahal untuk membangun dan merawat taman-taman tersebut, daerah mengeluarkan uang yang juga tak sedikit. Kurangnya koordinasi menurut Kemal mengakibatkan masalah di lapangan.

Hal tersebut juga dibenarkan Camat Mataram Amran M Amin. Lantaran kurangnya koordinasi, ia mengaku sempat kebingungan untuk memberi penjelasan pada masyarakat. a�?Mereka datang dan tanya, itu tiang tinggi untuk apa,a�? katanya.

Ia yang juga tak lebih tahu dari masyarakat tak bisa memberikan banyak informasi. Padahal pertanyaan terus bermunculan, dan tak sedikit yang khawatir karena tak mengetahui persis manfaat tiang-tiang tersebut. a�?Baru kali ini kita diberi penjelasan agak lengkap,a�? keluhnya.

Pantauan Lombok Post di sejumlah lokasi, keberadaan tiang tinggi menjulang berwarna hijau itu memang mengganggu. Kendati secara ukuran diameter terbilang tidak besar, namun penempatan yang tak tepat menjadi soal. Salah satunya di pinggir Jalan L Suprapto. Tiang itu jelas-jelas ditancap di trotoar jalan yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki.

a�?Jelas mengganggu lah, hak kita direbut,a�? kata Sumarlan, salah seorang pejalan yang tampak kesal dengan tiang itu.

PT TBG memang cukup berani. Namun beredar info kalau keberanian perusahaan itu disebabkan ada bakingan dari salah satu pejabat di Pemkot Mataram. Lalu siapa yang membekingi? (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka