Ketik disini

Praya

BPMP2T Loteng Salah Terbitkan IMB

Bagikan

PRAYA – Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMP2T) Lombok Tengah (Loteng), mengakui salah dalam menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Rumah Toko (Ruko) di wilayah Karang Bulayak Tiwu Galih, Praya atas nama pemilik HM Imran.

Dokumen itu pun, akan dicabut dan diganti sesuai aturan yang berlaku.Kasus itu mencuat, setelah puluhan warga menggedor gedung DPRD setempat, kemarin (5/10).

a�?Saya atas nama pribadi dan lembaga, menyampaikan permohonan maaf, atas kekeliruan ini,a�? kata Kepala BPMP2T Loteng Winarto, dihadapan warga.

Terhadap kesalahan penerbitan tersebut, kata Winarno maka IMB Nomor 503.10.6/136/2015, tertanggal 12 Desember 2015 dinyatakan tidak berlaku lagi.

BPMP2T pun akan menerbitkan IMB baru, sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Khususnya, penentuan jarak dinding bangunan dengan pemukiman warga minimal dua meter.

Selain itu, tambah Winarto dinding bangunan ruko di samping dan belakang, tidak boleh dimanfaatkan sebagai dinding batas dengan tetangga. Kecuali, ada kesepakatan bersama.

Termasuk, urusan kucuran air hujan dan limbah cair harus dialirkan ke sumur resapan, lalu dialirkan kembali ke saluran drainase, tidak boleh masuk ke pekarangan tetangga.

a�?Sebenarnya, tidak sembarangan kita menerbitkan IMB ini. Tapi, dari kesalahan dan kekeliruan seperti ini, maka kami bisa memetik pelajaran berharga,a�? katanya, dihadapan Anggota Komisi III DPRD Loteng HL Arif Rahman Hakim.

Ia pun berjanji, akan melakukan evaluasi di internal BPMP2T. a�?Ternyata, kesalahan yang bapak perbuat itu, justru membuat kami bergejolak dengan pemilik ruko,a�? cetus salah satu warga Karang Bulayak Mugni.

Secara geografis, kata Mugni letak bangunan ruko dengan pemukiman warga tidak seimbang. Dasar bangunannya saja lebih tinggi dari pemukiman warga.

Parahnya lagi, aliran air hujan turun merempat ke pemukiman warga, hingga rumah warga.Kondisi semacam itu, membuat pihaknya berkali-kali meminta pemilik ruko untuk mengindahkan tata lingkungan.

Sayangnya, bersangkutan berlindung di balik IMB. a�?Namun, setelah kami teliti dan kaji, IMB tersebut ternyata ada yang salah. Alhamdulillah, BPMP2T pun mengakuinya,a�? kata Mugni.

Senada dikatakan warga Karang Bulayak Tiwu Galih lainnya, Jubaidah. Ia mengakui, menandatangani surat persetujuan pembangunan ruko di sekitar rumahnya. Dengan syarat, harus ada jarak. Namun, faktanya mepet dengan rumahnya sendiri. (dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka