Ketik disini

Tanjung

KLU Siap Bereskan Sampah Rinjani

Bagikan

TANJUNG – Sampah di kawasan Gunung Rinjani sepertinya menjadi masalah yang tidak kunjung usai. Kesadaran pendaki dan minimnya peran pelaku wisata diklaim menjadi penyebab.

Lombok Utara sebagai salah satu pintu masuk ke Gunung Rinjani sebenarnya memiliki program yang bisa mengurangi volume sampah, yakni Clean Up Rinjani.

Namun, program ini tampaknya mati suri. Karena terakhir dilakukan pada tahun 2014 lalu. Pada saat itu, program ini sukses membawa turun sampah dari Rinjani dalam jumlah tidak sedikit. Saat itu peserta yang ikut ambil bagian adalah Pramuka, porter, pecinta alam, dan pelaku wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Muhadi mengungkapkan saat ini pihaknya terbentur anggaran. Sehingga program-program pendukung pembersihan Rinjani dari tumpukan sampah tidak bisa dilakukan.

Terpisah, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar berencana menghidupkan kembali program Clean Up Rinjani tersebut.

“Kita akan coba hidupkan kembali program itu,” ujarnya pada koran ini, kemarin (5/10).

Menurutnya, untuk menjaga Rinjani dari sampah memang membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak hanya TNGR yang menjadi pengelola utama kawasan Rinjani.

“Di sini harus ada kerja sama lintas SKPD. Insya Allah nanti bisa berjalan,” tandasnya.Selain Pemkab, program Clean Up Rinjani juga pernah dilakukan awal 2016 oleh organisasi pecinta alam, pengusaha tracking dan KNPI Lombok Utara.

Sementara itu, Jaya salah seorang pelaku wisata di Senaru mengapresiasi langkah Pemkab Lombok Utara yang kan menghidupkan kembali Clean Up Rinjani.

Pihaknya bersama pelaku wisata di Senaru siap mendukung dan terlibat dalam program tersebut.

“Kita siap dukung. Di sini juga kami ada program tersebut, tetapi volume sampah yang bisa dibawa turun terbatas karena kekurangan tenaga,” ungkapnya. (puj/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka