Ketik disini

Sportivo

KONI NTB Ikut Tolak Hasil PON

Bagikan

MATARAM – PON XIX/2016 Jawa Barat (Jabar) telah berakhir, namun selama perhelatannya ada dugaan kecurangan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari 23 provinsi termasuk NTB kompak menolak hasil PON.

Mereka menuding sistem penilaian pada beberapa cabang olahraga (cabor) dianggap subjektif. Penolakan itu datang dari KONI DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Bangka Belitung, dan Sumatera Barat. Selain itu, KONI Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sulawesi Utara, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Bengkulu, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, NTB, Maluku Utara, dan DIY.

Protes atas hasil PON ini disampaikan melalui Kaukus KONI Provinsi Seluruh Indonesia (KKPSI). Ketua KONI NTB Andy Hadianto mengatakan, pihaknya ikut memrotes hasil PON karena dinilai banyak kecurangan.

a�?Kita semua menolak hasil PON,a�? tegasnya.

KKPSI menilai PON Jabar banyak merugikan kontingen daerah lain. Karena itu, mereka melayangkan protes agar penyelenggaraan PON kedepan bersih dari kecurangan.

a�?Protes itu kita sampaikan langsung kepada KONI Pusat. Untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi,a�? ungkapnya.

Andy merasa ada beberapa cabor yang menjadi korban penilaian. Seperti yang dialami alter NTB di cabor karate, pencak silat, tarung derajat, dan tinju.

Secara kasat mata, lanjut Andy, atlet NTB yang bertanding pada cabor tersebut memenangkan pertandingan. Tapi mereka a�?dikalahkana�? oleh penilaian wasit.

a�?Beberapa penonton saat itu kecewa dengan penilain wasit yang diduga subjektif,a�? ungkapnya.

Contohnya saja, cabor karate yang dilakoni atlet NTB Ahmad Zigi Zaresta. Berdasarkan pengamatan Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Panglima TNI Gatot Jenderal Gatot Nurmantyo, Zigi pantas mendapatkan medali emas. Tapi, nilai yang diberikan juri bertolak belakang dengan hasil pengamatannya.

a�?Ketua FORKI saat itu tidak mengalungkan medali kepada para pemenang,a�? ungkapnya.

a�?Saya juga kecewa saat itu,a�? ungkap Andy. (arl/r10)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka