Ketik disini

Metropolis

Satpol PP kok Diam?

Bagikan

MATARAM – Hingga kini belum ada tindakan yang diambil pada sejumlah pedagang yang berjualan sembarangan di kawasan Eks Pelabuhan Ampenan. Satpol PP yang harusnya langsung mengambil tindakan, tak pernah lagi terlihat di lokasi iu.

a�?Tidak ada yang larang, makanya jualan di sini,a�? kata Salimah, salah seorang pedagang.

Sejak lama, para pedagang kawasan eks Pelabuhan Ampenan meninggalkan lapak-lapak yang disiapkan pemerintah. Alih-alih berjualan rapi di tempat yang disediakan, mereka lebih memilih lokasi seenaknya.

Para pedagang berjajar di sepanjang area depan pantai. Kondisi ini membuat keadaan kawasan eks peabuhan tersebut menjadi kumuh. Sepi pembeli menjadi alasan mereka meninggalkan lapak yang ada, terutama lapak yang ada di baris kedua dan ketiga yang tak langsung menghadap pantai.

Anggota DPRD Kota Mataram H Husni Thamrin mengatakan kondisi tersebut menjadi gambaran Satpol PP yang tak bekerja maksimal. Belasan pedagang yang kini menjajarkan dagangannya secara serampangan di pinggiran pantai harusnya bisa diantisipasi. a�?Harusnya jangan hanya duduk di belakang meja saja,a�? sindirnya.

Jika saja Satpol PP mau lebih inten turun melakukan pengawasan, ia yakin hal ini tak akan terjadi. Harusnya ada metode pencegahan yang dilakukan pasukan penegak perda itu. Begitu ada indikasi satu pedagang mulai melanggar, harus langsung ditegur, diingatkan, bahkan ditertibkan. Kini setelah begitu banyak pedagang berjualan sembarangan, tentu makin sulit mengatasinya.

a�?Itu artinya mereka tak pernah turun ke sana, makanya sekarang makin banyak yang melanggar,a�? ujarnya.

Kasus PKL di Pantai Ampenan menurutnya menjadi indikasi petugas yang tak tanggap dan baru bertindak setelah masalah merunyam. Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari Satpol PP Kota Mataram.

a�?Pak kasat ada di lantai tiga wali kota,a�? kata salah seorang staf.

Namun di tempat yang ditunjukkan, Lombok Post tak mendapati siapapun. Nomer yang coba dihubungi juga tak memberikan jawaban.

Sementara itu, rencana menyerahkan pengelolaan kawasan eks Pelabuhan Ampenan pada satu pihak khusus mulai menemui titik terang. Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyebut Disbudpar kemungkinan menjadi pihak yang akan diserahi tanggung jawab.

Hal itu sesuai konsep yang diinginkan aga kawasan itu menjadi salah satu destinasi pariwisata andalan. a�?Kami sedang rancang badan pengelola khusus,a�? jawabnya singkat. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka