Ketik disini

Metropolis

Ini Gara-Gara BRT!

Bagikan

MATARAM – Menyandang status ibu kota NTB, tak lantas menjadikan kesadaran warga Mataram akan aturan berlalu-lintas otomatis lebih baik. Penelusuran Lombok Post menunjukkan ragam jenis pelanggaran masih dilakukan. Bahkan oleh kalangan pelajar sekalipun.

Laiknya di daerah-daerah terpencil di pelosok kabupaten lain, kemarin sejumlah pelajar tertangkap kamera berdesakan di mobil bak terbuka. Mobil yang peruntukannya untuk barang itu kali ini mengangkut sekurangnya enam pelajar SMAN 2 Mataram di bagian belakang. Parahnya lagi, kendaran itu melaju di jalur protokol mulai dari Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan, dan Jalan Suprapto.

“Bahaya sekali anak-anak itu,a�? kata Fahmi, salah seorang pengendara mengomentari para pelajar yang tampak santai di mobil pengangkut barang tersebut.

Berkendara ketika belum memiliki SIM adalah jenis pelanggaran lain yang banyak terjadi di Mataram. Siswa-siswi SMP banyak melakukan hal tersebut. Mengakali aturan sekolah yang melarang membawa sepeda motor, mereka biasanya menitipkan kendaraannya tak jauh dari sekolah.

Mananggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mengatakan mendorong adanya angkutan massal yang laik dan aman adalah satu-satunya solusi.

Dalam kasus Mataram, ia mengatakan Bus Rapid Transit (BRT) adalah solusinya. a�?Harus cepat dioperasikan itu bus. Kalau sudah beroperasi, mungkin tidak ada yang begini,a�? katanya mendesak sikap pemerintah.

Dengan keberadaan moda angkutan yang baik, ia mengatakan tak ada lagi alasan pelanggaran demi pelanggaran yang terus dilakukan kalangan pelajar. Selain untuk mencegah makin meluasnya pelanggaran, keberadaan alat transportasi yang memadai diharap bisa mencegah potensi kecelakaan yang cukup tinggi di daerah ini. a�?Kita bicara soal nyawa anak-anak kita,a�? katanya.

Kalaupun belum bisa dioperasikan penuh, ia menyarankan rute jalan-jalan protokol terlebih dulu dicoba. Sasarannya jelas mengakomodir anak sekolah juga masyarakat umum yang memang memerlukan angkutan umum. a�?Kasihan kalau bantuan terlalu lama didiamkan,a�? pungkasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:
Sebelumnya
Berikutnya

Anda mungkin juga suka