Ketik disini

Kriminal

Marak Transaksi Narkoba di Laut Trawangan

Bagikan

MATARAM – Ketatnya razia dan pengawasan peredaran narkotika di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), membuat para pengedar dan kurir narkoba memutar otak. Seperti yang dilakukan TA (inisial, Red), seorang pengedar ganja di Gili Trawangan.

Dalam menjalankan bisnisnya, TA melakukan transaksi di perairan sekitar Gili Trawangan. Pria 51 tahun ini disebut A�mengambil narkoba A�di tengah laut dari seorang bandar, untuk kemudian mengedarkannya di Gili Trawangan.

“Transaksinya di laut,” kata Kabid Pemberantasan BNN NTB AKBP Bunawar, kemarin (10/10).

Terbongkarnya modus peredaran yang dilakukan TA, setelah BNN menangkapnya di sebuah rumah kos di Gili Trawangan, Kamis (6/10) lalu.

Sebelumnya, lanjut Bunawar, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyatakan akan terjadi transaksi narkotika di depan salah satu hotel di jalan lingkar Gili Trawangan. Setelah menunggu beberapa saat, sekitar pukul 15.50 Wita, petugas melakukan penyergapan. Pria yang mengaku bernama KJ (inisial, Red) ini, ternyata kedapatan membawa dua paket klip plastik diduga A�berisi ganja.

“Disimpan di kantong celananya, kita temukan di sana,” kata Bunawar.

Setelah menangkap KJ, petugas melakukan pendalaman. Saat diinterogasi, KJ mengaku mendapatkan dua paket ganja dari TA. A�Selang setengah jam kemudian, tepatnya pukul 16.20 Wita, petugas berhasil menemukan tempat tinggal TA, yakni sebuah rumah kos di jalan lingkar Gili Trawangan.

Ternyata, di dalam kos tersebut petugas tidak menemukan keberadaan TA. Hanya ada istri dan anak dari TA. “Cuma ada anak dan istrinya, tapi tetap kita lakukan penggeledahan,” kata Bunawar.

Nah, saat menggeledah itu TA akhirnya datang dan menyerahkan diri dengan sukarela kepada petugas.

Selain mendapatkan TA, dari dalam rumah kos tersebut, petugas menemukan 51 paket klip transparan yang berisi ganja. Total beratnya mencapai 356,18 gram. Selain itu, petugas juga menemukan potongan ranting dan daun yang diduga berasal dari pohon ganja, dengan berat sekitar 32,59 gram.

“Semua barang bukti tersebut kita amankan dan bawa ke kantor,” ujar dia.

Lebih lanjut, Bunawar menjelaskan, dalam peredaran ganja tersebut, KJ berperan sebagai pengedar. Ganja yang ia edarkan, diambil dari TA selaku bandar. Terkait bandar lainnya, yang memasok ganja kepada TA, Bunawar mengaku masih menyelidikinya.

“Itu masih kita kembangkan,” ucapnya.

Mengenai sasaran penjualannya, kepada petugas KJ mengatakan ganja yang ia jual lebih banyak dikonsumsi wisatawan mancanegara.

BNN Musnahkan Sabu

Masih terkait narkoba. BNN NTB memusnahkan sejumlah barang bukti narkoba hasil penangkapan sejumlah warga di Kelurahan Mayura, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, akhir September lalu.

Saat penangkapan tersebut, petugas menemukan sabu sebanyak tiga poket yang dikemas dalam plastik transparan. Masing-masing poket, berisi kristal putih dengan berat 0,03 gram; 0,3069 gram; dan 0, 123 gram.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati NTB Raden Nazara mengatakan, sabu yang dimusnahkan BNN merupakan sisa dari barang bukti. Karena sudah tidak digunakan, maka harus dimusnahkan.

“Kita musnahkan, karena memang tidak digunakan lagi untuk keperluan proses hukum,” tandas dia.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka