Ketik disini

Kriminal

Saksi Sebut Ada Pengurangan Volume Kerja

Bagikan

MATARAM – Perkara Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Lombok Utara (KLU) memasuki tahap pemeriksaan saksi di Pengadilan Tipikor Mataram, kemarin (10/10). Persidangan itu menghadirkan enam orang saksi.

Para saksi diperiksa secara bersamaan. Peneliti lokasi SPAM Muhsim menjadi saksi pertama yang dimintai keterangan.

Ia mengawali kesaksiannya dengan membeberkan lokasi proyek. Sebenarnya, kata dia, lokasi yang ditelitinya bukan di tempat pengerjaan proyek sekarang. Tapi, lokasi itu berada di atas lokasi proyek tersebut.

a��a��Lokasi yang kami teliti dengan lokasi pengerjaan SPAM berbeda. Kalau dari studi kami, posisi lokasi lebih atas lagi,a��a�� bebernya.

Lokasi pengerjaan SPAMA� sekarang tidak berdasarkan hasil rekomendasi penelitiannya, meski lokasi pembangunan proyek itu bisa memenuhi kebutuhan air warga sekitar. Ia juga mengungkapkan adanya pengurangan volume kerja. Itu diketahui setelah pihaknya melakukan pengetesan terhadap pengerjaan proyek tersebut.

a��a��Kita tahu ada pengurangan volume kerja setelah disesuaikan dengan RAB dan lokasi pengerjaan,a��a�� bebernya.

Ternyata di lokasi, kata Muhsim, banyak perubahan. Ada beberapa item pengerjaan baru di lokasi proyek Hanya saja, pada adendum pertama tidak dicantumkan perubahan itu.

a�?Seharusnya, ada perubahan seperti pengerjaan baru. Itu demi kesempurnaan pengerjaan proyek,a�? jelasnya.

a�?Perubahan item pekerjaan itu harapan kami masuk dalam addendum,a��a�� sebutnya.

Selain itu, ia membeberkan pula adanya kelebihan pengadaan pipa dari kontraktor. Pipa ukuran 4 inci dan 6 inci terlanjur dibeli, namun tidak bisa digunakan dalam proyek itu karena tidak sesuai dengan lokasi.

a�?Pipa itu informasinya diserahkan kepada pemda KLU. Pipa tidak dipasang karena ada perubahan jalur,a�? terangnya.

Pipa ukuran 4 inci dan 6 inci akan terpakai jika memakai lokasi hasil penelitiannya. Karena ada perubahan jalur, maka pipa yang harus pake 8 inci.

a�?Pipa dijalur itu tidak diadakan. Meski pipa ukuran 8 inci tidak dipasangnya, SPAM tetap berfungsi,a�? terang dia.

Sementara, Lalu Hadiarta selaku tim peneliti kontrak mengakuA� ada kelebihan pipa sekitar 432 meter. Pipa itu tidak dipasang karena tidak sesuai dengan lokasi.

a�?Kita serahkan kepada PDAM KLU,a�? terang dia.

Hingga saat ini, tambah dia, SPAM masih berfungsi dan tidak ada masalah.A� a�?Tetap berfungsi,a�? katanya.

Sebelumnya, hakim telah menghukum Pejabat Pembuat Komitmen Bambang Eko Subiantoro (BES). Ia divonis 1,5 tahun penjara.

Diketahui, proyek ini menelan anggaran Rp 12,1 miliar. Dalam pengerjaan, ada mark-up harga khususnya pada item pengadaan pipa dan pembuatan instalasi pengolahan air (IPA). Akibatnya, negara dirugikan sebesar Rp 1,5 miliar. (dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka