Ketik disini

Headline Selong

Warga Protes TNGR

Bagikan

SELONG – Kantor Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok Timur (Lotim) didatangi ratusan warga dan mahasiswa kemarin (10/10). Mereka  menuntut TNGR membebaskan sejumlah warga yang dituding menjarah lahan hutan Gunung Rinjani. Massa balik menuding TNGR lah yang merampas tanah adat masyarakat setempat dan melakukan kriminalisasi terhadap para  pejuang tanah adat Desa Jurang Koak.

“Itu adalah tanah adat yang sudah turun temurun diwariskan para petani kepada anak cucu mereka,” klaim Samboza, salah seorang pendemo dalam orasinya.

Seperti diketahui warga telah membuka lahan seluas 75 hektare dengan masing-masing Kepala Keluarga mendapat rata-rata 10-11 are.

“Ada ribuan jiwa yang mencari nafkah di sana,” lanjutnya.

Terkait hal ini Kepala Seksi Wilayah II TNGR, Gustoni menjelaskan kalau masalah tanah adat ini merupakan persoalan lama. Ia mengaku pihak TNGR dengan masyarakat yang tingal di kawasan ini sudah melakukan mediasi berkali-kali namun tidak pernah ada titik temu.

“Kalau memang itu diklaim sebagai tanah adat, kami persilahkan buktikan secara hukum tunjukan sertifikat kepemilikan. Bukan hanya katanya-katanya,” kata dia.

Gustoni menilai masyarakat Jurang Koak sebenarnya sudah tahu itu kawasan Taman Nasional. Batasnya juga sudah jelas di lapangan. Tapi masyarakat tetap mengklaim itu adalah haknya.

“Aturan hak tanah adat itu ada prosedur penunjukannya. Menurut kami tanah adat itu tidak dibagi orang per orang seperti saat ini. Namanya tanah adat digunakan untuk keperluan adat,” terangnya.

Untuk itu, ia mempersilakan masyarakat yang bersikeras mengklaim tanah yang masuk dalam kawasan TNGR sebagai tanah adat menempuh jalur hukum. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka