Ketik disini

Praya

15 Kades Dilantik di Masjid Agung

Bagikan

PRAYA – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) melantik 15 kepala desa (kades) terpilih. Terhadap sengketa Pilkades yang masih menyisakan masalah, mereka dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum.

Pengambilan sumpah jabatan para kades itu dipimpin langsung Bupati HM Suhaili FT di masjid Agung Praya, kemarin (11/10).

“Sengaja kami melantik para kades ini di Masjid Agung. Karena, pelantikannya bertepatan dengan program rahman rahim day,” kata Suhaili, dalam sambutannya.

Ia meminta, agar para kades yang dimaksud, menjalankan tugas dan fungsinya dengan benar, mematuhi hukum yang berlaku dan mengedepankan asas transparansi dan akuntabel. “Saudara semua harus belajar dari rekan-rekannya sendiri, yang kini terjerat hukum,” pesannya.

Saat ini, kata Suhaili ada puluhan kades yang sedang menjalani proses hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Praya dan Polres. Mereka terseret, karena berani melanggar hukum. Parahnya lagi, pengelolaan dan penggunaan anggaran pembangunan desa, yang bersumber dari alokasi dana desa (ADD) maupun dana desa (DD) dijalankan secara tertutup. Alhasil, masyarakat pun bertanya-tanya, hingga berusaha mencari tahu.

“Kalau anggaran desa dikelola secara terbuka, maka tidak akan mungkin masyarakat bergerak. Begitu pula sebaliknya,” kata orang nomor satu di Gumi Tatas Tuhu Trasna itu.

Dihadapan pimpinan Forkopimda Suhaili menyerukan agar, mereka yang terpilih dan dilantik tersebut harus menunjukkan kinerja positif, harus menjadi pelayan masyarakat, bukan dilayani masyarakat.

“Ingat, saudara semua diberi kepercayaan mengemban amanah dari masyarakat. Tunjukkan amanah itu dengan baik. Siap bekerja 24 jam untuk masyarakat,” serunya.

Yang tidak kalah pentingnya, tambah Suhaili pelayanan birokrasi desa harus dijalankan dengan mudah, cepat dan terbuka. “Semoga sukses selalu, tunjukkan bahwa saudara merupakan orang-orang pilihan yang terbaik untuk masyarakat,” serunya lagi.

Sementara itu, sebagian warga Desa Puyung, Jonggat masih keberatan dengan hasil Pilkades di desanya. Mereka menganggap, kades terpilih itu tidak sah secara hukum. (dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka