Ketik disini

Headline Metropolis

Jangan Takut Lapor Polisi!

Bagikan

MATARAM – Pencatutan nama pejabat kembali terjadi di Pemprov NTB. Kali ini nama Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) NTB Hj Baiq Eva Nurcahya Ningsih yang dicatut. Padahal Eva baru dilantik Senin (10/10) lalu.

Pada hari pertama masuk kerja, kemarin (11/10) pagi, orang tidak dikenal meminta setoran uang sebesar Rp 45 juta kepada BP3AKB NTB. Modusnya, pelaku penipuan menghubungi bendahara BP3AKB via telepon. Ia mengaku sebagai kepala BP3AKB yang baru dan meminta uang sebesar Rp 45 juta. Sang bendahara yang tidak tahu wajah kepala badan yang baru langsung melapor ke Sekretaris BP3AKB.

Di ruang sekretaris ternyata juga ada Hj Baiq Eva Nurcahya Ningsih. Mereka tengah berkoordinasi. Eva pun terkejut ada orang yang mengaku sebagai dirinya.

Untuk itu, ia meminta kepada bendahara untuk menuruti kemauan si penipu yang meminta uang Rp 45 juta. Tujuannya agar pelaku ditangkap basah. Bendahara kemudian berangkat dengan pengawasan anggota Satpol PP NTB. Mereka akan melakukan transaksi di depan Bank BNI 46. a�?Dia perempuan mengaku sabagai saya,a�? tutur Eva pada Lombok Post, kemarin (11/10).

Setelah sampai di kantor BNI 46, pelaku ternyata tidak muncul di lokasi. Ia kemudian meminta uang tersebut ditransfer ke nomor rekeningnya. Setelah dicek ke bank, nomor rekening tersebut diketahui beralamat di Jakarta. Setelah ditunggu-tunggu, pelaku tetap tidak muncul. Akhirnya ia kembali meminta bertemu di ruang Sekda Pemprov NTB. Setelah sampai di ruang sekda, bendahara juga tidak menemukan pelaku.

a�?Setelah sampai di ruang sekda, HP-nya dimatikan,a�? terang Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Timbun dan Tranmas) NTB Tri Joko Hartanto.

Ia menyarankan agar kasus ini dilaporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti. Tri mengatakan, Selain Kepala BP3AKB, pejabat lain yang juga dimintai uang Rp 17 juta adalah Fathul Gani, Kepala Biro Umum NTB yang juga baru dilantik.

Menurut Tri Joko, ia menduga pelaku bukan orang baru. Tetapi adalah orang yang sama dalam aksi penipuan tahun-tahun sebelumnya. Sebab peristiwa ini tidak hanya terjadi kali ini saja, tetapi sudah berulang kali.

a�?Setiap ada pelantikan pejabat eselon II pasti ada seperti ini,a�? ungkapnya.

Sebelumnya, bahkan Satpol PP yang kena tipu. Di mana pelaku menghubungi bendahara Satpol PP dan meminta uang Rp 24 juta. Atas rentetan peristiwa ini, ia berharap aparat kepolisian mengusut tuntas, melacak pelaku untuk dibongkar kedoknya. Jika dibiarkan terus menerus maka dikhawatirkan pejabat lain di Pemprov NTB akan jadi sasaran berikutnya. a�?Harapan saya modus-modus seperti ini diungkap, sesuai tugas kepolisian untuk membongkarnya, sebab tidak hanya sekali tetapi sudah berkali-kali,a�? harap Joko. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys