Ketik disini

Kriminal

Oknum Nelayan Pasok Narkoba di Trawangan

Bagikan

MATARAM – Maraknya transaksi narkoba melalui jalur laut, sulit terendus aparat kepolisian. Direktur Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda NTB Kombes Pol Edwin Rachmat Adikusumo mengatakan, patroli polair tetap dilakukan. Termasuk di wilayah perairan yang menuju Tiga Gili di Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Hanya saja, lanjut dia, jajarannya tidak mungkin melakukan pemeriksaan kapal cepat di tengah laut. “Bisa kita periksa ketika kapal-kapal tersebut bersandar di Senggigi atau Teluk Nare, kalau di tengah laut tentu mengganggu aktivitas pelayaran,” kata Edwin.

Bukan itu saja, pemeriksaan terhadap sejumlah fast boat tidak bisa dilakukan setiap hari. Bila itu terjadi, dikhawatirkan akan mengganggu sektor pariwisata di NTB.

“Tidak mungkin kita periksa setiap hari, bisa risih wisatawan yang datang. Kecuali ada informasi A1,” tambah dia.

Lebih lanjut, Edwin mengakui, transportasi laut kerap digunakan para bandar untuk mengedarkan dan melakukan transaksi narkoba. Namun jajarannya belum dapat mengidentifikasi apakah mereka menggunakan kapal cepat atau bukan.

”Mereka ini kan kucing-kucingan, ketika ada patroli ”tiarap” semuanya,” ujar dia.

Terlepas dari itu, perwira tiga mawar ini menduga bandar narkoba sering memanfaatkan nelayan kecil yang sedang melaut di sekitar perairan Tiga Gili. Para nelayan ini kemudian dimanfaatkan sebagai perantara yang menghubungkan antara bandar dan pengedar di Gili Trawangan, Air, dan Meno.

”Modusnya bisa pada saat nelayan mancing, didekati sama mereka (bandar, Red), kemudian barangnya diberikan,” kata Edwin.

Karena itu, Edwin berharap ada sinergisitas antar stakeholder yang ada di kelautan. Bersama-sama mengawasi setiap peredaran narkoba yang akan masuk menuju NTB.

”Bersama kita cegah narkoba, kalau Polair sendiri jelas tidak bisa,” pungkasnya.

Sebelumnya, BNN NTB menangkap dua pengedar, yakni TA dan KJ (inisial, Red). Kedua orang ini diketahui mengedarkan narkoba jenis ganja di wilayah Gili Trawangan, KLU. Tak tanggung-tanggung, dari tangan mereka petugas menyita barang bukti hampir 400 gram ganja kering.

Dalam menjalankan bisnisnya, TA melakukan transaksi di perairan sekitar Gili Trawangan. Pria 51 tahun ini, mengambil barang di tengah laut dari seorang bandar, untuk kemudian mengedarkannya di Gili Trawangan.

“Transaksinya di laut,” kata Kabid Pemberantasan BNN NTB AKBP Bunawar, beberapa waktu lalu.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka