Ketik disini

Kriminal

Pemkab Lobar Serobot Tanah Warga

Bagikan

MATARAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat (Lobar) kalah dalam sengketa lahan Pasar Tawun di Desa Sekotong Barat, Kecamatan Sekotong. Salinan putusan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri (PN) memenangkan penggugat, yakni Marzuki, Samsi Samsita, Herman Jayadi, Mashar; dan Samsul Hakim.

Dalam perkara tersebut, hakim menyatakan bahwa para penggugat merupakan ahli waris yang berhak atas objek sengketa. Di mana objek sengketa tersebut merupakan hak milik dari orang tua mereka.

Sertifikat objek sengketa yang dimiliki kelimanya, dengan Nomor 1172/Desa Sekotong Barat, surat ukur tertanggal 14 September 2001 Nomo 376/SKB/2001 dengan luas 1990 meter persegi adalah sah secara hukum dimiliki Lok Mursim, orang tua dari kelima penggugat.

Selain itu, Pemkab Lobar telah menggunakan objek sengketa sebagai pasar tanpa memberikan kontribusi. Bukan itu saja, pembangunan pasar yang dilakukan tanpa seizin pemilik sah, dianggap sebagai perbuatan melawan hukum.

Karenanya, PN Mataram menghukum tergugat untuk segera membongkar atap yang berada di atas objek sengketa. Bila tidak, maka akan ada upaya paksa yang dilakukan pengadilan dengan bantuan aparat kepolisian. Selanjutnya, putusan tersebut meminta Pemkab Lobar untuk mencoret objek sengketa dari daftar aset milik pemkab.

A�”Karena objek sengketa memiliki bukti sah hak kepemilikan berupa sertifikat atas nama perorangan, yakni Lok Mursim, orang tua penggugat,” bunyi putusan yang perkaranya ditangani Yapi sebagai Hakim Ketua; Yulie Atmaningsih, Hakim Anggota, dan Rosana Irawati, Hakim Anggota.

Lebih lanjut, putusan tersebut A�juga mengharuskan Pemkab Lobar untuk membayar kerugian materiil dan moril kepada penggugat. Rinciannya, uang sewa selama 25 tahun sebanyak Rp 125 juta dan kerugian moril akibat membuat perasaan tidak menyenangkan selama 25 tahun, sebanyak Rp 125 juta.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys