Ketik disini

Headline Selong

Perambah Hutan Rinjani Divonis 18 Bulan

Bagikan

SELONGA�– Amaq Novi dan Sulaiman akhirnya menyusul rekannya Amaq Wir, Ketua Pejuang Tanah Adat di Desa Jurang Koak, Lombok Timur (Lotim) ke penjara. Mereka dihukum satu setengah tahun (18 bulan) penjara setelah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Selong dalam kasus perambahan kawasan hutanA� Gunung Rinjani.

Penasehat terdakwa Wahyudin Lukman menyayangkan putusan pengadilan. Karena ia menilai ada pengingkaran kewajiban negara untuk memberikan suspensasi kepada masyarakat.

A�a�?Cuman disini kami melihat ada persoalan perdata. Bagaimana dibawa ke pidana sementara penyelesaian perdatanya tidak jelas. Ketika persoalan perdata sudah clear nggak masalah kalau memang pidana itu tepat,a�? jelasnya.

Untuk itu, Wahyudin kini mengaku akan melakukan konsultasi dengan terdakwa untuk melakukan upaya banding.

A�a�?Kami komunikasikan dulu,a�? cetusnya.

A�Suasana persidangan kemarin diwarnai aksi demontrasi sejumlah warga di depan Pengadilan Negeri Selong. Aksi para demonstran ini membuat jalan yang ada di depan Pengadilan Negeri Selong ditutup. Mereka menuntut kedua terdakwa dibebaskan.

a�?Saya tidak bisa bilang apa-apa mas,a�? kata terdakwa kepada Lombok Post sambil masuk ke dalam mobil tahanan.

Sementara itu, kondisi ini membuat masyarakat yang sudah menunggu hasil putusan berang. Mereka tak kuasa menahan kekesalannya. Namun, aparat yang bertugas mampu menertibkan jalannya aksi para demonstran.

a�?Kami akan pulang dengan tertib. Kemudian akan menggalang massa di seputaran desa yang berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) untuk kembali ke sini,a�? kata koordinator demonstran, Samboza.

Seperti diketahui para terdakwa dianggap telah menguasai lahan kawasan TNGR sejak beberapa tahun lalu. Dengan dalih merupakan tanah adat warga membuka lahan Rinjani seluas 75 hektare. Lahan kemudian dibagikan pada sejumlah kepala keluarga. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka