Ketik disini

Headline Sumbawa

Saat-Jaya Nilai Mutasi “Belum Rapi”

Bagikan

SUMBAWA –  Mutasi perdana yang dilakukan Huni-Mo Senin (10/10) lalu mendapat respon dari Saat-Jaya. Rival utama Husni-Mo pada Pilkada 9 Desember 2015 lalu itu menilai mutasi perdana yang digelar itu mulai memberikan gambaran tentang karakter kepemimpinan Husni-Mo.

“Saya sebenarnya tidak kaget dengan perombakan yang dilakukan ini. Bahkan mutasi ini justru mengingatkan saya tentang buku yang ditulis sejumlah tokoh Sumbawa sekitar tahun 2000 tentang sepak terjang sejumlah politisi lokal Sumbawa saat itu,” kata H Asaat Abdullah pada Radar Sumbawa (Lombok Post Group), kemarin.

Ketua NasDem Sumbawa itu berharap perombakan kabinet berikutnya, Husni-Mo bisa lebih rapi. Sehingga tidak terkesan seperti mutasi perdana awal pekan kemarin seolah-olah pemerintahan Husni-Mo akan segera berakhir.

“Sebagai rival pada pilkada terus berusaha menempatkan diri pada posisi kita. Bahkan selalu menghargai dan mendukung setiap program pemerintah yang pro terhadap rakyat. Jangan sampai hal baik ini tercederai karena kepentingan ataupun bisikan dari pihak lain,”kata H Asaat yang didampingi Sekretaris NasDem Sumbawa yang juga wakilnya pada pilkada lalu Candra Wijaya Rayes.

Khusus terharap pada PNS yang  baru saja di rotasi, H Asaat berharap semuanya terus menunjukkan loyalitas dan semangat kerja yang tinggi. Terutama kepada para PNS yang sebelumnya memilih Saat-Jaya yang kini “dilempar”, ke posisi yang sebenarnya tidak punya korelasi dengan disiplin ilmu yang dimiliki.

“Saya mohon maaf terutama kepada para keluarga yang kini sebagai ASN apabila karena pilihan saudara-saudara ke Saat-Jaya saat itu kemudian saat ini terlempar. Teruslah bekerja dengan baik dan yakinlah pimpinan daerah tentu mempunyai penilaian tesendiri nantinya,” katanya.

H Asaat mengaku menerima dan memahami apabila ada sejumlah ASN yang harus “dilempar” karena dianggap terlibat politik pada pilkada lalu sebagai sanksi sebagai ASN. Namun yang membuatnya sedikit kecewa,karena ada juga ASN yang diberikan reward meskipun juga tercium terlibat politik pada pilkada lalu. Tapi ASN itu diduga berpihak pada calon yang menang.

Penilaian yang hampir sama diutarakan Candra Wijaya Rayes (Jaya). Sekretaris NasDem Sumbawa itu menilai mutasi perdana yang digelar Husni-Mo ini sedikit kasar.  Meskipun penyusunan kabinet baru Husni-Mo yang perdana melalui berbagai penilaian dan pertimbangan, namun bila melihat penempatan sejumlah aparatur, justru menggambarkan tidak profesional. Dia mencontohkan salah seorang yang memiliki disiplin ilmu di bidang teknik justru ditempatkan sebagai sekretaris camat (sekcam). Begitu juga di beberapa penempatan lainnya.

“Saya melihat banyak ASN yang ditempatkan justru tidak sesuai dengan bidangnya, ini sedikit mengecewakan. Jangan sampai karena perbedaan pilihan sebelumnya menjadi salah satu acuan pergeseran,’’ katanya.

Sementara itu, Bupati Sumbawa HM Husni Djibril usai pelantikan mengatakan untuk sampai pada pelaksanaan mutasi, sudah banyak tahapan yang telah dijalankan. Bupati bersama wabup dibantu sekretaris daerah telah mengamati kinerja para pejabat dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Terutama berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanan publik dan pelaksanaan program dan kegiatan yang tertuang dalam APBD 2016.

Khusus untuk pejabat eselon II juga telah dilaksanakan penilaian oleh tim asesor dari pemerintah provinsi  dan panitia seleksi (Pansel) yang dibentuk. ”Semua itu dilaksanakan untuk mendapatkan hasil yang benar-benar objektif,” kata bupati. (aen/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka