Ketik disini

Giri Menang

Terlambat Diobati, Dokter Pesimis Dia Bisa Normal Lagi

Bagikan

Nasib Tirta cukup memprihatinkan. Bocah asal Dusun Penggap, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong ini divonis mengidap kanker pada kelenjar getah bening.

***

Baru berumur lima tahun, namun bocah itu sudah mengidap penyakit ganas. Ia divonis dokter sejak sebulan lalu.

Kemarin (11/10) Tirta yang tinggal berdua bersama neneknya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lobar. Ia baru mendapat perawatan intensif karena kekurangan biaya.

Selama ini, Tirta tinggal berdua bersama neneknya Inaq Ipah. Sementara ibunya Sartika menjadi TKW ke Brunai Darussalam. Bapaknya Pasah, entah kemana. Kabarnya ia menjadi TKI di Malaysia.

Sejak ibunya cerai saat Tirta masih dalam kandungan, bapaknya sudah tidak menafkahinya. Derita bocah malang ini kian bertambah, setelah benjolan yang awalnya hanya satu di leher mulai merebet ke sekujur tubuhnya. Total, lima benjolan sudah “menghiasi” tubuhnya. Dua di ketiak, dua di selangkangan dan satu di leher.

Menurut penuturan sang nenek, ia tidak menyangka cucu tersayangnya mengidap kanker. Sebab, awalnya hanya timbul bejolan kecil di leher.

”Saya pikir itu hanya benjolan biasa,” ungkap Inaq Ipah menggunakan bahasa sasak.

Lama tidak diperhatikan, benjolan itu pun mulai membesar. Inaq Ipah mulai panik. Dan mulai membawa Tirta berobat ke dukun. Nyatanya dukun tidak bisa berbuat apa-apa. Sehat yang dirindukan tak kunjung datang.

”Kalau dukun sudah tidak bisa dihitung. Sudah keseringan (dibawa),” terangnya.

Kendati Tirta sudah terdaftar menjadi anggota BPJS Kesehatan, nyatanya Inaq Ipah tidak merujuk ponakannya memeriksa ke rumah sakit. ”Ndarak kepeng sik bayah montor (tidak ada uang buat pakai ongkos motor),” akunya.

Setelah sekian lama menunggu, harapan Inaq Ipah melihat cucunya dirujuk ke rumah sakit akhirnya terwujud. Ini setelah ibunya Sartika mentransfer uang Rp 1 juta untuk anaknya tercinta.

Tirta pun dibawa ke Puskesmas terdekat, di daerah Sekotong. Namun karena kondisinya sudah parah, pihak puskesmas menganjurkan Tirta dirujuk ke RSUD Lobar.

Kini, Inaq Ipah hanya bisa pasrah dengan kondisi cucunya itu. Ia berharap, ada bantuan tangan dari pemerintah ataupun dari donatur yang sedia membantu keringanan pengobatan.

Sementara itu, Dokter Umum IGD RSUD Tripat Gerung, Dr Lalu Aditya Haris Pratama menjelaskan, Tirta masih dalam pemeriksaan. Hasil pemeriksaan sementara, terjadi kanker di kelenjar getah beningnya.

”Di kelenjar getah beningnya timbul kanker yang kemungkinan ganas,” terang Aditya.

Selain itu, lanjut pria berkcamata ini, terdapat infeksi sekunder dalam paru-parunya. Yang kemungkinan pangkalnya berasal dari kelenjar getah bening.

”Karena bisa juga, itu penyebaran dari sel kangkernya yang membuat dia sesak,” ungkapnya.

Sementara lima benjolan yang timbul, ia menjelaskan berasal dari kondisi getah bening yang saling sambung menyambung dalam badan. Dari leher ke ketiak menyambung kembali ke bawah sampai ke selangkangan. ”Sudah menyebar (sel kankernya),” jelasnya.

Parahnya lagi, Aditya mengatakan, kemungkinan kondisi Tirta untuk normal kembali sangat kecil. Akibat penanganan yang terlambat, sekujur tubuhnya sudah terkena.

Gejala kelinisnya, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan awal tergambar jelas, sel kangker yang diderita Tirta, sudah masuk stadium 4.

”Penanganannya sendiri kemungkinan akan menggunakan sinar X,” tandas Dokter Aditya.(MUHAMMAD ZAINUDDIN,Giri Menang/*/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka