Ketik disini

Sportivo

Keterbatasan Bukan Penghalang Meraih Prestasi

Bagikan

Atlet National Paralympic Committee (NPC) NTB Rasih memang tak bisa melihat. Indera matanya tak berfungsi sama sekali. Tapi, semangatnya tetap berkobar demi mengharumkan nama NTB.

***

PAGI itu cukup cerah. Rumput nan hijau nampak bersolek menyambut matahari. Seorang perempuan berbaju merah nampak sibuk. Ia yang mengenakan celana biru ditemani seorang perempuan berjilbab.

Perempuan itu diketahui bernama Rasih. Rupanya ia sedang berlatih. Didampingi pelatihnya. Ia berkali-kali melempar sesuai perintah sang pelatih.

Instruksi demi instruksi dilahapnya. Ia seakan tak lelah. Padahal, keringat sudah membasahi sebagian bajunya.

Rasih ini salah satu atlet yang akan mewakili NTB. Ia masuk dalam kontingen Atlet National Paralympic Committee (NPC) NTB. Ia akan turun di nomor tolak peluru kelas tunanetra..

Rasih sadar berangkat ke Jawa Barat dengan penuh keterbatasan. Ia tak bisa melihat sama sekali.A� Tak bisa juga melihat panasnya atmosfer pertandingan nanti.

Tapi keterbatasan itu bukan penghalang baginya untuk berjuang. Menguras keringat untuk daerah kelahirannya. Kenikmatan saat bertanding nanti akan diwakili oleh perasaannya.

Perempuan asal Lombok Tengah berjanji akan terus berjuang agar bisa tampil maksimal di ajang tersebut.

Ia terus berlatih. Tiada henti-hentinya mengasah kemampuannya di tengah keterbatasan. Ia tetap semangat untuk mengharumkan nama NTB.

Tak ada juga kata pesimis bagi Rasih meski kemampuannya kurang mumpuni. Ia tetap percaya diri dan yakin bisa membanggakan NTB pada event tersebut.

a�?Saya memang tidak bisa melihat. Tapi, saya semangat untuk mengikuti event ini,a�? kata Rasih kepadaA�Lombok PostA�usai latihan di GOR 17 Desember Turida, Mataram, kemarin (12/10).

Ia punya tekad memberikan yang terbaik untuk NTB. Untuk itu, ia rela keringatnya bercucuran guna memantapkan persiapan jelang event itu.

a�?Saya terus semangat berlatih Pak. Agar bisa menjadi juara,a�? harapnya.Rasih mengaku sering mengalami kesulitan ketika berlatih. Terutama menjalani perintah sang pelatih. Ia tidak mengetahui apakah instruksi pelati sudah dijalankan dengan benar atau tidak.

a�?Yang saya dengar pelatih bilang lemparannya lebih atas,a�? ujarnya.Instruksi yang diberikan pelatih, ia praktekan berulang kali. Tapi, kata dia, tetap saja ada kesalahan.

a�?Saya tidak tahu berapa ukuran yang saya lemparkan. Pelatih hanya bilang lempar lebih jauh,a�? ungkappnya.Untuk menguasai teknik, Rasih harus memeluk pelatih, agar bisa mengaplikasikan teknik tersebut pada saat melempar bola.

a�?Saya harus bisa menguasai teknik itu,a�? tegas Rasih.Selain memacu semangat berlatih, ia juga mendapat suntikan semangat dari pembimbingnya.

a�?Semua orang di sekitar saya terus memberikan semangat,a�? ujarnya.Meski mendapat dukungan dari pembimbing, kata dia, yang paling penting itu semangat itu harus lahir diri sendiri. Dengan begitu, rasa percaya diri lebih mantap.

a�?Mudahan saja Allah memberikan jalan,a�? harapnya. (*SUHARLI,/r10 )

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys