Ketik disini

Metropolis

TGB Ajak Umat Beragama Saling Menghormati

Bagikan

MATARAM – Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi meminta kepada seluruh umat Islam tidak diam bila ada pihak yang menghina Alquran. Sebab Alquran adalah kitab suci yang paling mulia dalam kehidupan seorang mukmin. ”Seorang muslim tidak boleh berdiam diri bila ada seseorang yang menghina Alquran, siapapun itu,” tegasnya saat membuka gerakan budaya menulis Alquran di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, kemarin (12/10).

Ia mengajak semua pihak untuk saling menghargai satu sama lain. Baik muslim maupun nonmuslim. “Jangan sekali-kali mengeluarkan ucapan atau ungkapan yang bisa dimaknai sebagai penistaan kitab suci,” tegasnya.

Seperti dirinya, sebagai seorang muslim tidak mungkin akan mengutip, apalagi menghina kitab suci dari agama lain.

”Kita saling hormati,” imbuhnya.

Ia berharap setiap muslim menanamkan jiwa membela Alquran dalam dirinya. Tapi membela Alquran bukan berarti harus berteriak-teriak di jalan, apalagi membuat anarkis. Pembelaan bisa dilakukan dengan lisan, maupun tulisan yang kuat. Dan hal yang paling penting adalah membentuk diri menjadi muslim yang kuat, memperkuat pemahaman tentang Alquran. ”Kalau generasi muslim ini kuat, maka bangsa ini pasti akan maju di masa yang akan datang,” ujarnya.

Menurutnya, gerakan menulis Alquran untuk memeriahkan Hari Santri Indonesia tanggal 22 Oktober sangat bagus. Sebab menulis mushaf merupakan salah satu pelajaran santri. Tidak hanya untuk membangun kompetensi seni, tetapi juga untuk membangun nilai kebaikan di dalam diri santri. ”Dengan menulis Alquran diharapkan anak-anak kita menghayati apa yang dia tulis dan semakin mendekatkan diri pada cinta Alquran,” katanya.

Ia yakin, seluruh pelajar dan santri cinta pada Alquran. Sama halnya dengan umat nonmuslim yang cinta pada kitab sucinya. Karena akan tumbuh menjadi generasi yang baik. Kitab suci mengajarkan nilai-nilai kebaikan.

Untuk itu, kewajiban orang tua adalah mendekatkan anak pada Alquran. ”Semakin dekat dia akan semakin baik jiwanya, akalnya, pikirannya, hatinya, sikapnya akan diwarnai oleh cahaya Alquran,” katanya.

Sementara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) NTB Sulaiman Hamid mengatakan, gerakan penulisan mushaf Alquran bertujuan agar para santri tidak hanya bisa menghafal saja. Akan tetapi juga menulis Alquran dengan baik. (ili/r7) 

 

Komentar

Komentar