Ketik disini

Metropolis

Tokoh Masyarakat Harus Ikut Berperan

Bagikan

MATARAM – Tingginya jumlah kepala keluarga yang menjadi janda dan duda menjadi perhatian serius Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) NTB Hj Baiq Eva Nurcahya Ningsih.

Menurutnya, salah satu penyebab 308.957 kepala keluarga di NTB berstatus janda adalah maraknya merariq kodeq (pernikahan dini).

Sehingga masalah ini akan menjadi fokus BP3AKB ke depan yakni meningkatkan usia pernikahan. Mereka yang menikah di usia dini belum siap mental menghadapi banyaknya cobaan dalam berumah tangga.

a�?Ini yang perlu kita siapkan, baik dari mental maupun kesehatan fisiknya,a�? kata Eva.

Pasangan muda yang menikah di usia dini belum siap menghadapi berbagai persoalan rumah tangga. Mereka masih ingin main-main. Namun di saat yang bersamaan mereka juga harus mengurus rumah tangga sehingga cenderung menimbulkan ketidakstabilan. Ketika terjadi percekcokan di antara pasangan muda ini, akhirnya terjadi perceraian.

a�?Ini (dampak pernikahan dini) ini yang akan kita sosialisasikan,a�? katanya.

Ia mengaku akan fokus ke program ini agar hasilnya bisa terlihat ke depan. Caranya adalah memperkuat sosialisasi dan pendekatan ke tokoh-tokoh masyarakat. Termasuk berkoordinasi dengan SKPD lain yang memiliki kewenangan untuk itu. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka