Ketik disini

Headline Metropolis

Wibawa Ahyar-Mohan Taruhannya!

Bagikan

MATARAM – Aksi tim gabungan yang turun ke dua lokasi berakhir antiklimaks. Tak ada penertiban apapun, selain pemasangan plang yang isinya sebatas imbauan belaka. a�?Kita beri peringatan hari ini,a�? kata Kadis Tata Kota Mataram HL Junaidi saat memimpin apel tim kala itu.

Dia berharap, peringatan kali kesekian itu bisa memberi dampak. Seluruh tim gabungan diingatkan untuk bekerja dengan baik dan mengedepankan sikap persuasif. a�?Mataram kedepan tergantung kinerja petugas,a�? ujarnya.

Langkah persuasif itu menurutnya sengaja dipilih, karena pemerintah dalam posisi mengurus masyarakat. Mereka yang melanggar, lanjut Junaidi, juga bagian dari masyarakat yang harus diayomi.

Pada papan peringatan yang dipasang Selasa (11/10) lalu, tertulis jelas larangan membangun dan melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi aliran air. Hal itu sesuai Perda no 12 tahun 2011 yang dibuat sendiri oleh Pemkot Mataram dan UU 26/2007 terkait tata ruang.

Sikap pemerintah yang terlalu berhati-hati ini tak ayal menimbulkan tanda tanya sejumlah kalangan. Ketua Jaringan Aktivis Peduli Daerah (Japda) NTB L Syafarudin meminta pemerintah tak takut menegakkan aturan. a�?Kalau salah, ya harus tegas,a�? katanya.

Terlebih pelanggaran itu sudah terjadi lama dan menahun. Apa lagi saat ini kepemimpinan Paket Aman sudah memasuki jilid kedua. Jika tak kunjung dilakukan penataan terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, ia khawatir wibawa pemerintah akan tercoreng.

a�?Saya kira pak wali dan wakil tak usah takut untuk tegas,a�? ujarnya.

Dia meyakini ketegasan itu tak akan diartikan sebagai sikap semena-mena pemerintah. Terlebih jika melihat kepentingan yang lebih besar, keberadaan saluran yang ditutup bangunan di sana jelas mengganggu fungsinya. Belum lagi merusak estetika kota.

a�?Saat seperti inilah masyarakat akan melihat kapasitas pemimpinnya,a�? katanya.

Menurut Syafarudin, Mataram sebenarnya punya catatan yang cukup baik dalam sikap tegas untuk kemaslahatan yang lebih baik.

Wali kota terdahulu Alm HM Ruslan katanya sudah memberikan contoh bagaimana menempatkan ketegasan ketika berhadapan dengan para pelanggar. a�?Kalau memang harus tegas, ya tegas, jangan kebanyakan mikir ini itu, saya harap Pak Ahyar dan Pak Mohan bisa begitu,a�? tukasnya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka