Ketik disini

Sumbawa

18 Kecamatan Dilanda Kekeringan

Bagikan

SUMBAWAA�– Musim kemarau tahun ini sangat dirasakan dampaknya oleh masarakat. Bahkan, musim kemarau ini menyebabkan terjadinya kekeringan di belasan kecamatan. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, sebanyak 18 kecamatan mengalami kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbawa Abdul Rauf mengatakan, kecamatan yang mengalami kekeringan adalah Kecamatan Plampang, Labangka, Maronge, lopok, Moyo Hulu, Lunyuk, Lape, Rhee, Alas Barat, Moyo Hilir, Moyo Utara, Lenangguar, Unter Iwes, Utan, Labuhan Badas, Alas dan Empang. ”Tapi tidak semua wilayah di kecamatan tersebut kekeringan. Hanya sebagian desa saja,” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, kekeringan ini terjadi akibat adanya perubahan iklim global. Sehingga menyebabkan musim kemarau mulai akhir Agustus hingga sekarang. Saat ini, Kabupaten Sumbawa relatif rawan akan terjadinya bencana kekeringan, angin kencang maupun puting beliung.

Sejak bulan lalu masyarakat di sejumlah desa di kecamatan tersebut kekurangan air bersih. Seperti di Kecamatan Alas, Alas Barat, Buer, Moyo Hulu, Moyo Hilir, Lapedan Rhee. Pihaknya juga sudah menyalurkan air bersih ke sejumlah desa di bagian barat Sumbawa yang mengalami kekeringan.

”Yang parah-parah sudah kami kirimkan air. Tapi karena ada hujan beberapa hari lalu suplaynya kami hentikan sementara. Apabila ada permintaan juga akan langsung kami distribusikan,” terangnya.

Dikatakan, sebelumnya BPBD sudah didistribusikan sekitar 400 ribu liter air kepada masyarakat. Untuk Kecamatan Moyo Hilir, Moyo Hulu dan Lape belum didistribusikan. Sebab, pihaknya tidak mampu untuk mengirim air di semua lokasi yang mengalami kekeringan.

”Karena wilayah Sumbawa sangat luas, kami tidak mampu mendistribusikan sekaligus. Karena itu distribusinya kami lakukan bertahap,” pungkasnya. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka