Ketik disini

Kriminal

Buron Pemalsu STNK Tertangkap di Senggigi

Bagikan

MATARAM – Polisi meringkus anggota sindikat pembuat Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) atau notice pajak palsu. Pria berinisial A�AD tersebut ditangkap anggota Subdit III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB, Rabu (12/10).

Penangkapan A�ini berdasarkan keterangan empat rekannya yang lebih dulu diringkus polisi, Maret lalu. Kepada polisi, empat rekan AD ini mengaku bahwa, mereka juga menjual bahan baku untuk STNK dan notice pajak palsu kepada AD.

Keberadaan pelaku sempat terdeteksi petugas di rumahnya, di Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Mataram, Maret lalu. Sayangnya, A�penggerebekan polisi rupanya terendus pelaku. AD kabur sebelum polisi tiba.

A�a�?Pelaku menjadi target operasi kita, karena sempat buron saat penggeledahan di rumahnya sekitar Maret lalu,a�? kata Kasubdit III Jatanras AKBP Kholilur Rochman, kemarin (13/10).

Polisi lantas memasukkan AD ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Penyelidikan terhadap pelaku pun dilakukan lebih intensif. Setelah lama bersembunyi, keberadaan AD berhasil terdeteksi di kawasan Senggigi, Lombok Barat. Infromasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan langkah penangkapan. Kali ini, AD tak berkutik. Dia berhasil ditangkap aparat sekitar pukul 02.00 Wita, Rabu (12/10).

Saat penggeledahan, polisi menyita A�146 notice pajak palsu, 38 lembar STNK yang diduga palsu, 13 plastik pembungkus STNK, dan tujuh stempel palsu. a�?Stempelnya ini ada yang logo Dirlantas Polda NTB, logo Kepala Satlantas Polres Lombok Tengah, Sumbawa. Bahkan logo Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Semarang ada juga,a�? ungkap Kholilur.

Selama menjalankan aksi pemalsuannya, AD menggunakan modus dengan cara menghapus data yang ada di lembaran STNK asli. Data yang terhapus ini diganti dengan identitas baru sesuai dengan pemesan. Bila dilihat sekilas, hasil STNK yang dibuat AD, persis dengan STNK asli.

a�?Cara hapusnya ini menggunakan amplas. Setelah itu tinggal di print, di laptopnya juga sudah ada program, jadi tinggal ganti data saja melalui laptop,a�? bebernya.

Selain itu, Kholilur mengungkapkan, selama masa pelariannya AD diketahui tetap menerima pesanan pembuatan STNK palsu. Pelanggannya tidak sebatas di Lombok saja. AD diketahui mengirim STNK hingga NTT, Bali, hingga Sumatera Barat.

a�?Kuat dugaan dia ada jaringan sampai ke sana,a�? kata Kholilur.

Akibat perbuatannya, AD disangkakan pasal 263 Ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman penjara paling lama enam tahun.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka