Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Cadangkan Devisa dalam Emas Batangan

Bagikan

Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki tugas yang berat. Terutama dalam menjaga stabilitas keuangan negara. Termasuk menjaga devisa negara.

***

SEBAGAI otoritas moneter, perbankan dan sistem pembayaran, tugas utama Bank Indonesia (BI) tidak saja menjaga stabilitas moneter, namun juga stabilitas sistem keuangan (perbankan dan sistem pembayaran). Keberhasilan BI dalam menjaga stabilitas moneter tanpa diikuti oleh stabilitas sistem keuangan, tidak akan banyak artinya.

Stabilitas moneter dan stabilitas keuangan ibarat dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Kebijakan moneter memiliki dampak yang signifikan terhadap stabilitas keuangan. Begitu pula sebaliknya, stabilitas keuangan merupakan pilar yang mendasari efektivitas kebijakan moneter. Sistem keuangan merupakan salah satu alur transmisi kebijakan moneter, sehingga bila terjadi ketidakstabilan sistem keuangan maka transmisi kebijakan moneter tidak dapat berjalan secara normal.

a�?Sebaliknya, ketidakstabilan moneter secara fundamental akan mempengaruhi stabilitas sistem keuangan akibat tidak efektifnya fungsi sistem keuangan,a�? jelas Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara. Dikatakan, kebijakan bank sentral akan sangat mempengaruhi kondisi ekonomi.

Kebijakan BI ada tiga, yaitu melingkupi moneter, sistem pembayaran, dan makro prudential. a�?Peran kebijakan ini untuk menguatkan keuangan negara bila lemah, tetapi terlalu kuat juga tidak bagus,a�? katanya di hadapan 220 wartawan daerah se-Indonesia di Hotel Grand Mercure Harmoni Jakarta dalam kegiatan Temu Wartawan Daerah se-Indonesia bersama Bank Indonesia beberapa waktu lalu.

BI menjalankan peran mulai dari perencanaan pencetakan uang, berapa uang yang harus dicetak. Kemudian melanjutkannya kepada Peruri untuk koordinasi pencetakan dan langsung diedarkan ke masyarakat.

Tujuan kebijakan BI mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah sesuai dengan Ps 7 UU BI. Kestabilan nilai Rupiah mempunyai pengertian bahwa BI berupaya mencapai keseimbangan internal (inflasi) dan keseimbangan eksternal (nilai tukar).

Kestabilan harga (inflasi yang rendah) merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kestabilan nilai tukar sangat penting untuk mendorong perdagangan international, menjaga kepercayaan publik (public confidence), pertumbuhan ekonomi, dan pencapaian sasaran inflasi.

Kebijakan nilai tukar dilakukan dengan menjaga stabilitas nilai tukar dan mengupayakan pergerakan nilai tukar agar konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi dan stabilitas makro ekonomi secara keseluruhan.

a�?Stabilitas nilai tukar dicerminkan oleh tingkat volatilitas nilai tukar yang perlu dijaga pada periode tertentu,a�? jelasnya.

Salah satu upaya untuk menjaga kestabilan keuangan negara yaitu tetap menjaga cadangan devisa negara. Disini BI menjaga cadangan devisi negara dengan emas batangan. Replika emas batangan ini bisa dilihat dalam Museum Bank Indonesia (MBI) yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Museum Bank Indonesia terletak di jalan Pintu Besar Utara Jakarta Barat.

Salah satu koleksi utama dalam museum ini tumpukan emas batangan seberat 13,5 kilogram per batang. Tumpukan emas ada ratusan yang ditangkar dalam sebuah ruang kaca khusus di Ruang Moneter MBI. Emas batangan BI ini ada sejak era peninggalan Belanda di De Javasche Bank.

a�?Nilai satu batang emas tersebut setara dengan Rp 6,7 miliar hingga Rp7 miliar,a�? kata Pemadu Wisata Museum Bank Indonesia Krisno Winarno. Emas asli ada yang disimpan di Indonesia dan ada yang di luar negeri. (bersambung/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka