Ketik disini

Pendidikan

Jangan Sembarangan Memberi PR!

Bagikan

GIRI MENANGA�– Wacana penghapusan pekerjaan rumah (PR) bagi peserta didik menggelinding. Di A�Lombok Barat (Lobar) PR bagi peserta didik dinilai masih penting untuk melihat sejauh mana kemampuan peserta didik.

a�?PR ini bisa sebagai bahan pengayaan,a�? kata Kabid Dikdas Dikbud Lobar Hairuddin beberapa waktu lalu.

Dikatakan, PR sudah diatur dalam kurikulum 2013 (kurtilas). Ada presentasi waktu diatur pada PR. Tidak boleh lebih dua sampai tiga jam dalam sepekan. Jika berlebihan, akan menjadi masalah bagi anak, mereka akan pusing dan lelah.

a�?Anak tidak boleh kelelahan mengerjakan PR,a�? ucapnya.

Hairuddin menyebutkan, PR diberikan guru tidak menutup kemungkinan bukan dikerjakan oleh anak. Melainkan dikerjakan orangtua atau ditempat les.

a�?Atau bisa saja dikerjakan kakaknya,a�? imbuhnya.

Sejauh ini, kata dia, banyak guru salah kaprah terkait adanya PR. Tugas siswa di rumah ini kadang dijadikan sebagai alasan agar guru tidak mengajar.

a�?Meninggalkan sekolah dengan memberikan PR,a�? ujarnya.

Saat ini, kata Hairuddin, banyak guru melaksanakan proses belajar mengajar tidak menyenangkan. Biasanya, kondisi ini terjadi karena guru cenderung tidak mempersiapkan diri optimal ketika masuk kelas. A�Seandainya guru mempersiapkan rencana pembelajaran. Mulai dari pembukaan, pendahuluan, inti, dan akhir maka peserta didik akan senang dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

a�?PR bisa sebagai bahan evaluasi melihat sejauh mana kemampuan siswa,a�? ujarnya. (jay/r9)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka