Ketik disini

Praya

LIA Dukung Posyandu di Lingkar Bandara

Bagikan

PRAYAA�– Puskesmas Batunyala, Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng) merilis, partisipasi posyandu di wilayahnya masih rendah. Ibu-ibu yang memiliki balita, menganggap pelayanan kesehatan itu, sebatas aktivitas kesehatan yang tidak terlalu penting.

a�?Cakupan kunjungannya hanya 62 persen. Satu balita mengalami gizi buruk pada tahun 2014 lalu, di Desa Lajut,a�? kata Kepala Puskesmas Batunyala Saparudin, kemarin saat menerima kunjungan jajaran PT Angkasa Pura I (AP) Lombok International Airport (LIA) di Dusun Ngolak Desa Lajut.

Saparudin mengeluhkan, minimnya kesadaran ibu-ibu membawa anaknya ke Polindes, Pustu atau Puskesmas terdekat. Padahal, di tempat itu, sudah tersedia fasilitas kesehatan serta obat-obatan untuk balita. Termasuk, ibu-ibu.

Kendati pelayanan posyandu gratis, kata Saparudin ternyata tidak membuat warga berdatangan. Mereka tetap bertahan, dengan pendirian mereka masing-masing. Namun, begitu posyandu dibarengi dengan pembagian makanan tabahan untuA� balita, seperti susu, roti dan vitamin, warga justru berbondong-bondong. a�?Alhamdulillah, ini salah satu solusi,a�? ujarnya.

Gerakan itu pun, diakui Saparudin dilaksanakan otoritas bandara, yang peduli dengan program posyandu. Seiring intervensi otoritas bandara itu, partisipasi kunjungan posyandu pun mengalami peningkatan, menjadi 82 persen. a�?Beginilah kondisi warga kami. Mohon dimaklumi saja,a�? keluhnya.

Ia menambahkan, agar otoritas bandara memperbanyak pembagian makanan balita, hingga meluas ke beberapa desa di lingkar bandara. a�?Kami juga berharap, agar AP bisa membantu membangun 196 MCK di Kelurahan Sasake,a�? ujar Saparudin.

Sementara itu, GM AP LIA I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, potret yang terjadi di Desa Lajut dan sekitarnya, harus menjadi catatan semua pihak. Khususnya, pemerintah. Itu artinya, perlu adanya program ikutan dalam pelayanan posyandu. a�?Sebagai perusahaan BUMN, kami tetap peduli dengan masyarakat,a�? katanya.

Lebih-lebih, kata Ardita menyangkut urusan kesehatan dan pendidikan. Karena dua program itu, secara langsung mampu meningkatkan kualitas sumberdaya manusianya. Harapannya warga mulai menyadari pentingnya keberadaan bandara, sehingga mereka pun ikut menjaga dan membesarkan bandara.

a�?Untuk program kesehatan seperti ini, kami laksanakan dua minggu sekali. Kami keliling ke beberapa dusun dan desa,a�? kata orang nomor satu dijajaran AP LIA tersebut.

Programnya pun meluas, tambah Ardita dari penyediaan asupan balita, posyandu menjadi pengobatan gratis, hingga pengecekan mata, dan kesehatan lainnya secara gratis. a�?Kendati kecil, semoga bermanfaat,a�? ujarnya. a�?Kami bersyukur, setelah kami turun, partisipasi posyandu meningkat,a�? lanjut Ardita.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka