Ketik disini

Tanjung

Masih di Inkubator, Harus Dirujuk ke RSUD NTB

Bagikan

Tangisan bayi baru lahir terdengar keras dari ruang NICU RSUD Tanjung. Namun di sudut ruangan tampak seorang bayi perempuan tertidur di salah satu inkubator. Bayi tersebut adalah Rusni yang lahir tanpa tempurung kepala.

***

RUSNI merupakan anak kedua pasangan Arzal, 28 tahun dan Sucianti, 27 tahun asal Dusun Lempenge, Desa Rempek, Gangga. Rusni lahir melalui bantuan bidan pada Rabu (12/10) malam sekitar pukul 22.25 Wita. Rusni lahir dengan kondisi tanpa tempurung kepala.

Setelah lahir, kondisi Rusni lemah dan langsung dirujuk ke RSUD Tanjung untuk mendapatkan penanganan lanjutan. “Tadi malam (12/10) langsung dibawa ke RSUD,” ujar Arzal saat ditemui di ruang perawatan NICU RSUD Tanjung, kemarin (13/10).

Diceritakan, selama istrinya mengandung tidak ada hal aneh yang terjadi. Baik terhadap istri maupun kandungannya. “Sehat-sehat saja waktu istri saya hamil,” tuturnya.

Bahkan selama hamil, istrinya selalu memeriksakan kandungannya ke bidan sesuai jadwal. Hanya saja dirinya memang tidak pernah melakukan USG. “Waktu lahir tadi malam (12/10), dia tidak nangis. Makanya sempat dikira meninggal, tapi langsung dibawa ke rumah sakit. Kalau istri saya kondisinya alhamdulillah sehat,” tutur pria yang bekerja sebagai buruh ini.

Rusni lahir dengan berat 2,9 kilogram sekitar pukul 00.15 Wita. “Masuk ke UGD terus dibawa ke NICU,” ujar salah seorang perawat.

Lebih lanjut, Azral mengatakan, setelah anaknya masuk RSUD Tanjung, pihak rumah sakit menyarankannya untuk dirujuk ke RSUP. Agar Rusni mendapatkan penanganan lebih lanjut. Tetapi dirinya belum berani memutuskan karena tidak memiliki biaya. “Tadi mau dirujuk ada biaya Rp 2 juta. Tapi karena tidak ada biaya jadi belum saya lakukan,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Tanjung H. Lalu Bahrudin yang melihat langsung kondisi Rusni di ruang NICU mengatakan, untuk biaya orang tua tidak perlu khawatir karena ditanggung bansos kesehatan pemda. “Sekarang tinggal dari orang tua bagaimana, apakah mau dirujuk atau tidak,” katanya.

Ditambahkan, bayi yang lahir tanpa tempurung kepala di RSUD Tanjung selama 2016 ada dua. Sementara sejak RSUD ada sudah empat bayi yang tercatat dengan kondisi seperti itu dan dirawat di RSUD. “Ini bisa diakibatkan kurangnya nutrisi bagi janin saat dalam kandungan,” katanya.

Melihat kondisi ini, Bahrudin mengungkapkan, pihaknya tetap melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. “Kita tetap berikan yang terbaik. Dari bupati juga sudah ada instruksi untuk mengawal terus Rusni. Kami lakukan semaksimal mungkin,” pungkasnya. (Pujo Nugroho/Tanjung/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka