Ketik disini

Selong

Pol PP Lotim Ganggu Pedagang Tuak

Bagikan

SELONG -A� Sat Pol PP Lombok Timur (Lotim) kembali melakukan upaya pemberantasan peredaran minuman keras (miras). Hasilnya, sejumlah botol miras tradisional disita. Selain itu, Pol PP juga mengangkut sejumlah pasangan yang diduga berbuat tindak asusila.

A�a�?Kami mendapat banyak laporan dari masyarakat yang merasa terganggu akibat peredaran miras ini. Makanya kami turun melakukan operasi. Didapat puluhan botol miras tradisional dan pasangan yang diduga sedang mesum,a�? beber Kasat Pol PP Lotim, Salmun Rahman.

Untuk pasangan mesum ini, dijelaskan anggota mendapat laporan dari warga. Mereka ditemukan sedang asik berduaan di dalam kamar di salah satu penginapan Pulau Lampu. Pasangan ini diyakini sebagai pasangan yang tengah pacaran dan asik memadu asmara. Sebelum dipulangkan, mereka terlebih dahulu dicek laboratorium berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan apakah keduanya terjangkit virus HIV AIDS.

a�?Tapi dari hasil tes mereka negatif. Setelah kita lakukan pembinaan keduanya dipulangkan,a�? kata Salmun.

Sedangkan untuk miras, Salmun menjelaskan aparat Sat Pol PP Lotim menyitaA� 57 botol tuak dan 40 botol brem di Desa Pringgabaya Utara. Wilayah ini dikatakan memang sebagai daerah industri minuman keras tradisional. a�?Makanya kalau kita temukan barang bukti langsung kami sita saja,a�? tegasnya.

Lebih lanjut, Salmun menjelaskan A�dari hasil penlusuran Sat Pol PP, beberapa kasus pencurian, perampokan maupun tindak kejahatan yang terjadi di Lotim berkaitan dengan miras. Untuk itulah ia mengaku meminta anggotanya untuk menyisir wilayah yang marak peredaran miras.

Ini juga tidak terlepas dari koordinasi dengan Sat Pol PP Provinsi. Karena arahan dari Provinsi, Sat Pol PP Kabupaten Kota diminta untuk meningkatkan patroli maupun operasi untuk mencegah peredaran miras ini. a�?Terutama daerah yang ramai dikunjungi seperti daerah pariwisata. Kebanyakan laporan masyarakat yang terganggu oleh adanya miras ini datang dari sejumlah warga pesisir pantai,a�? akunya. (ton/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka