Ketik disini

Kriminal

Soal Sekaroh, Kejari Tunggu Perhitungan Kemenhut

Bagikan

MATARAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Selong, Lombok Timur (Lotim) masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut). Hal ini terkait kasus dugaan penerbitan sertifikat hak milik (SHM) A�di kawasan hutan Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Lotim.

Kasi Pidsus Kejari Selong Iwan Gustiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kemenhut guna melakukan penghitungan kerugian negara.

a�?Kita berharap akhir bulan ini bisa ada hasilnya,a�? kata Iwan, kemarin (13/10).

Menurut Iwan, dilibatkannya Kemenhut merupakan hal krusial dalam penanganan perkara ini. Mengingat batas wilayah dari hutan lindung Sekaroh yang tercatat dalam kawasan RTK-15, belum ada kejelasannya.

a�?Harus melibatkan kehutanan, karena itu yang paling utama. Mereka yang mengetahui batas-batas dari hutan Sekaroh,a�? ujarnya.

Mengenai calon tersangka, Iwan mengaku belum dapat membeberkannya. Pihaknya masih ingin melengkapi data untuk menguatkan penyidikan yang dilakukan Kejari Selong.

a�?Calonnya nanti kita lihat, kita lengkapi dulu semuanya. Termasuk menunggu hasil dari Kemenhut,a�? kata Iwan.

Sebelumnya, sejauh ini Kejari Selong sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Langkah itu mengetahui dasar penerbitan sertifikat tersebut.

a�?Data dari BPN sudah kita kantongi. Data itu sudah diinventaris,a�? jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga pernah memeriksa mantan kepala BPN Lotim. Pemeriksaan itu untuk mengetahui keabsahan atas penerbitan sertifikat.

Diketahui, Luas lahan hutan lindung RTK-15, Sekaroh mencapai 2.834,28 Hektare. Dari informasi yang dihimpun, ada sebanyak tujuh sertifikat terbit pada tahun 2006 seluas 8,9 hektare, yang beralih fungsi menjadi kawasan Hak Guna Bangunan (HGB).(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka