Ketik disini

Metropolis

Enggan Tinggalkan Profesi Guru

Bagikan

Banyak hobi yang bisa dijadikan penghasilan. Salah satunya hobi traveling. Seperti yang dilakukan si Doel. Guru ini, juga nyambi sebagai pemandu wisata.

***

SejakA� kecil, Abdul Hamid alias Doel, sangat suka berkeliaran di alam terbuka. Ia bahkan tak memiliki rasa takut untuk mendatangi tempat baru. Seperti hutan, gunung, dan sejenisnya.

Hidup di keluarga demokratis, membuatnya semakin bebas berkreasi. Orang tuanya cenderung memberikan kebebasan untuk mencari pengalaman di luar. Beranjak remaja, Doel mulai sering berkelana.

Ia bahkan menemukan banyak tempat baru yang indah. Seperti beberapa pantai unik dan juga bukit yang menarik. Hampir setiap sudut Pulau Lombok telah ia jelajahi.

Hobi tersebut pun berlanjut hingga ia kuliah. Doel memutuskan untuk kuliah di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Di Jakarta ia, melanjutkan petualangannya. Sebagian besar wilayah Jakarta telah ia jajaki.

bahkan hingga ke beberapa daerah Indonesia lainnya.

“Seperti Jogja, Bandung, Semarang, Makasar, Kalimantan, hingga Sulawesi Tenggara,” tuturnya.

Rasa cintanya pada petualangan tak membuat kuliahnya terbengkalai. Ia berhasil menyelesaikan S1 tepat pada waktunya. Sekitar empat tahun di bidang Managemen Dakwah.

Setelah wisuda, ia diminta untuk kembali ke tanah kelahirannya, Lombok. Pada saat itu, sang ibu sangat rindu ingin bersamanya. Ia pun pulang dan akhirnya memutuskan mengabdikan diri di Yayasan Pondok Pesantren Fajrul Hidayah.

Namun hasrat jiwa petualangnya telah mendarah daging. Meski menjadi guru, ia juga bekerja sebagai tour guide. Ia memanfaatkan pengetahuan yang ia miliki selama ia berpetualang.

Saat itu bermula dari teman semasa kuliah di Jakarta ingin diantar keliling Lombok. Karena tidak memiliki jam mengajar, ia pun akhirnya mengajak sahabatnya berkeliling.

“Nah teman saya ini memberikan saya uang sebagai tanda terima kasih,” ungkapnya.

Lama kelamaan, banyak yang meminta jasanya sebagai pemandu wisata. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk membuat sebuah travel agent kecil-kecilan. Travel tersebut ia namakan Madini Tour Travel. Ia hanya mengantarkan tamu yang memesan jasa sebelumnya.

“Jadi, saya dihubungi beberapa hari sebelum mereka ke Lombok,” pungkasnya.

Kini tamunya tidak hanya warga Indonesia. Dia juga kerap mengantar sejumlah wisatawan asing. Seperti wisatawan Kanada, Malaysia, Singapura, dan lainnya. Bahkan beberapa artis pun menggunakan jasanya. Salah satunya komika kondang Raditya Dika.

Doel mengaku tak kesulitan mengatur jadwal antara travel dan mengajar. Sebab ia selalu menyesuaikan jadwal tur dengan jadwal mengajar. “Tamu saya paham akan hal itu. Kecuali sangat urgent, maka saya minta izin dulu pada ketua yayasan,” jelasnya.

Hasil mengantarkan tamu keliling Lombok cukup besar. Dalam sekali antar, ia bisa memperoleh minimal Rp 1 juta untuk tamu backpacker. Sementara wisatawan asing atau artis kondang bisa mencapai di atas Rp 3 juta. (FERIAL AYU, Mataram/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka