Ketik disini

Praya

Percepat Pengembangan Potensi Tiga Zona

Bagikan

Program Agribusiness, Tourism and A�Marine (ATM) menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Bupati HM Suhaili FT dan Wakil Bupati Lalu Pathul Bahri. Harapannya, menuju kemandirian masyarakat.

***

LotengA� terbagi dalam tiga zona kewilayahan. Masing-masing wilayah, memiliki potensi sumberdaya alam yang berbeda. Jika digenjot lagi, diharapkan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan, secara signifikan.

Ketiga zona yang dimaksud, yaitu wilayah utara atau zona aik menengA� meliputi, Kecamatan Kopang, Batukliang, Batukliang Utara (BKU) dan Kecamatan Janapria. Di empat wilayah tersebut, bupati mengedepankan pengembangan potensi agribisnis.

Jika berbicara stok air irigasi di zona aik menengA� tidak perlu diragukan lagi. Stoknya melimpah, sehingga pola tanam dalam setahun tiga kali tanam padi. a�?Namun,A� kita tidak melupakan zona lain. Terbukti, pemerintah membangun embung rakyat dimana-mana, hingga dam Mujur,a�? ujar Kabag Humas dan Protokol Setda Loteng HL Herdan.

Kendati demikian, kata Herdan mereka harus fokus dengan potensi yang dimiliki. Dengan begitu, dapat berjalan lancar, cepat dan tepat sasaran. Berikutnya, wilayah selatan atau zona empak bauA� yang terdiri dari Kecamatan Pujut, Praya Timur, Praya Barat dan Kecamatan Praya Barat Daya.

Fokus pengembangan potensinya adalah, tourism atau pariwisata, kelautan dan perikanan. Jika berbicara potensi pariwisata di wilayah selatan, kata Herdan tidak kalah dengan provinsi tetangga di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Atas dasar itulah, Bupati HM Suhaili FT menginginkan Loteng menjadi kiblat pariwisata dunia.

a�?Kalau berbicara potensi, tidak akan habis-habisnya kita bicarakan. Tinggal, bagaimana kami meyakinkan kepada dunia, bahwa Loteng aman,a�? ujarnya.

Terakhir, kata Herdan yaitu potensi perindusterian, perdagangan, koperasi dan UKM serta pemerintahan di wilayah tengah atau zona tunjung tilah, meliputi Kecamatan Praya, Praya Tengah, Jonggat dan Kecamatan Pringgarata. a�?Setiap zona tersebut, akan saling mengisi satu sama lain, tidak bisa terpisahkan,a�? ujarnya.

Jika seluruh potensi itu terangkat, maka muaranya adalah, menuju kemandirian masyarakat, dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Tinggal bagaimana masyarakat serius memanfaatkan potensi yang dimilikinya masing-masing. Pemerintah pun tetap dalam posisi sebagai mediator dan fasilitator. Khususnya, menyangkut ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana pendukung.

a�?Insya Allah, cepat atau lambat potensi di tiga zona di Loteng ini akan terangkat ke permukaan, baik nasional maupun internasional. Tunggu saja waktunya,a�? ujar Herdan.(Dedi Shopan Shopian a�� Lombok Tengah/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka