Ketik disini

Politika

PSI Berpeluang Menangkan Pemilu 2019

Bagikan

MATARAM – Identitas partai gaul mungkin akan dianggap berlebihan bagi sebagian orang. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini hadir di tengah masyarakat menjadi semakin gaul bila dilihat dari panggilan a�?Bro dan Sisa�?.

Misalnya, Sis panggilan untuk Ketua Umum dan Bro untuk Sekretaris Jenderal PSI. Tentu saja, Bro dan Sis sangat familiar dalam pergaulan anak muda Indonesia. Panggilan tersebut mengesankan tidak ada sekat di antara anak muda.

Menurut pengamat politik Ahyar Fadli, kelahiran PSI di luar dugaan banyak orang, terutama generasi tua. Orang tua selalu pesimis akan kemampuan dan potensi anak muda. Kelahiran PSI seakan menjawab tuntas pesimisme mereka. Anak-anak muda yang tergabung dalam PSI menunjukkan jati dirinya sebagai pemuda yang akan menerima estapet kepemimpinan dari generasi tua.

a�?Jati diri pemuda yang sejati adalah pemuda yang mengatakan inilah saya dan bukan dikatakan pemuda lalu masih mengatakan itulah babe saya,a�? katanya, kemarin (13/10).

Anak-anak muda yang tergabung dalam PSI sudah membuktikan jati dirinya sebagai pemuda yang mandiri, kreatif, bertanggung jawab dan beragam. Hal itu terlihat dari keragaman pengurusnya yang berasal dari berbagai etnis, suku, agama, dan profesi. Sis Ketum PSI Grace Natalie yang berlatar profesi jurnalis, Bro Sekjen Raja Juli Antoni sang aktivis Muhammadiyah. Begitu pula dengan Sis dan Bro pengurus lainnya.

Ahyar melihat, PSI memiliki masa depan dan kesempatan menjadi pemenang dalam kontestasi politik pada pemilu mendatang. Namun syaratnya, PSI harus mampu membangun citra dan karakter politik anak muda. Artinya, PSI harus mampu meyakinkan kaum muda bahwa inilah partai yang dapat memperjuangkan cita-cita kaum muda menuju generasi emas yang selama ini mereka harapkan. Diharapkan juga menjadi partai yang dapat melahirkan pemimpin yang berkarakter, cinta kebajikan dan memelihara keragaman.

Ia juga melihat, penguasaan teknologi dan media dari semua pengurusnya menjadikan partai ini akan lebih cepat diterima masyarakat, terutama generasi muda. Dalam konteks politik media, tentu saja PSI akan lebih unggul dari partai lainnya.

Pemanfaatan media sebagai alat penunjang administrasi kepartaian membuat PSI menjadi partai pertama yang lulus verifikasi Kemenkum HAM RI. Tidak heran kalau Kemenkum HAM mengatakan tidak ada alasan untuk tidak meluluskan PSI karena semua persyaratan yang diperlukan sangat lengkap.

Apa artinya? Pemerintah mengakui bahwa kerja keras dan kesungguhan dari anak-anak muda yang tergabung dalam PSI patut didukung. Selain itu diberikan ruang yang luas untuk mengembangkan dan menunjukkan jati dirinya lewat jalur politik.

Dengan semangat kerja keras dan potensi yang dimiliki para pengurusnya, Ahyar yakin PSI akan mampu mengisi ruang hati masyarakat Indonesia. Tidak hanya kaum muda tetapi juga masyarakat umum lainnya. Dengan mengusung cinta kebajikan dan keragaman, diyakini masyarakat Indonesia akan menerima PSI dan mendukung pada pemilu mendatang.

a�?Sangat mungkin akan masuk dalam lima besar. Dengan identitas partai gaul maka PSI akhirnya mampu menjadi partai alternatif yang mampu mengisi ruang hampa politik yang minus kebajikan selama ini,a�? tuturnya.

Kata Ahyar, parpol yang belum lolos verifikasi dari Kemenkum HAM juga jangan diabaikan. Sebaiknya diberikan lagi kesempatan untuk melengkapi syarat administrasi apa saja yang kurang. Atau kalau tidak memungkinkan, Kemenkum HAM membuka pendaftaran kembali bagi parpol baru yang tidak lolos verifikasi pada gelombang pertama. Sehingga hak politik masyarakat yang berkumpul untuk mendirikan parpol tidak teramputasi.

a�?Saya yakin pasti ada masa perbaikan bagi parpol dinyatakan tidak lulus pada gelombang pertama,a�? tandasnya. (ewi/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka