Ketik disini

Giri Menang

Ayo Cuci Tangan Pakai Sabun

Bagikan

GIRI MENANG – Ratusan siswa sekolah dasar (SD) perwakilan se-Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melakukan aksi mencuci tangan pakai sabun di SDN 1 Beleke Sabtu (15/10) lalu. Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati hari cuci tangan pakai sabun sedunia (CTPS) yang jatuh setiap tanggal 15 Oktober.

Ketua TP-PKK Lobar, sekaligus Ketua Panitia Hj Khaeratun Fauzan Khalid menjelaskan, kegiatan ini merupakan kampanye global, untuk menggalakkan perilaku mencuci tangan pakai sabun di masyarakat.

a�?Kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah kebiasaan dan membudaya di kehidupan sehari-hari. Sebagai menjadi bagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),a�? katanya.

Cuci tangan pakai sabun ini harus dimulai sejak dini. Para guru dan orang tua harus selalu mengingatkan kepada siswa akan pentingnya gerakan ini.

Tahun ini TP-PKK Lobar dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan di tingkat provinsi. Hadir juga dalam acara tersebut Wakil Ketua I TP-PKK Provinsi NTB Hj Syamsiah Amin, Asisten II Setda Lobar H Poniman, Kepala BP3AKB NTB Baiq Eva Nurcahya Ningsih, Kadis Dikbud Lobar H Ilham, Kabag Humas dan Protokoler Lobar H Saepul Ahkam beserta tamu undangan lainnya.

Wakil Ketua I TP-PKK Provinsi NTB, Hj Syamsiah Amin mengajak gerakan CTPS ini tidak hanya dilakukan oleh siswa di sekolah. Melainkan juga dikerjakan saat dirumah.

Dia menjelaskan, hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2007 seperti yang disampaikan USAID, kematian balita dan anak-anak di Indonesia terbesar disebabkan oleh diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

a�?Gerakan CTPS ini memang sederhana tapi sangat penting. Setiap keluarga harus menerapkan agar terhindar dari penyakit seperti diare maupun ISPA,a�? katanya.

Hj Syamsiah Amin juga mengingatkan agar mencuci tangan pakai sabun ini dilakukan di air yang mengalir. Agar kotoran yang menempel bisa langsung hanyut terbawa air.

A�Asisten II Setda Lobar Drs H Poniman, mengatakan, bahwa cuci tangan menggunakan sabun adalah gerakan sederhana. Namun faedahnya begitu besar. Perilaku ini mampu menyelamatkan anak-anak dari ancaman diare.

a�?Seperti kita ketahui, diare merupakan penyakit mematikan setelah pneumonia (bagi anak),a�? kata H Poniman dalam membacakan sambutan bupati. (zen/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka