Ketik disini

Metropolis

Komisi VII Soroti PLTU Jeranjang

Bagikan

MATARAMA�– Komisi VII DPR RI saat ini tengah menyoroti proyek-proyek pembangkit listrik yang mangkrak di Indonesia. Terrmasuk proyek pembangkit listrik di NTB. Hal ini diungkapkan anggota Komisi VII RI Dr H Kurtubi saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) NTB, Sabtu (15/10).

Kurtubi mengatakan, dalam rapat Komisi VII dengan PT PLN beberapa waktu lalu, pihak PLN menyatakan akan menyelesaikan seluruh proyek pembangkit yang sedang dikerjakan saat ini. Dewan dalam hal ini mendorong agar proyek-proyek tersebut dituntaskan meski sudah mendekati akhir tahun.

Ia menyebutkan, salah satu proyek pembangkit listrik di NTB yang disoroti adalah PLTU jeranjang unit II yang belum beroperasi. a�?Dan beberapa (proyek pembangkit) di Pulau Sumbawa,a�? ungkapnya.

Ia berharap, pembangkit listrik bisa dimanfaatkan masyarakat. Jika ada kendala seperti proses hukum, maka secepatnya harus diselesaikan. Bahkan bila perlu PLN yang membiayai bila kontraktornya kekurangan dana.

a�?Kami dari DPR mendorong yang mangkrak segera diselesaikan, yang belum ada kita bangun yang sedang bangun dipercepat,a�? kata politisi Partai Nasdem ini.

Menurut Kurtibi, konsumsi listrik terus meningkat. Termasuk di NTB meningkat 10 persen setiap tahun. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi yang rata-rata hanya 5 persen per tahun. Secara nasional konsumsi listrik per kapita Indonesia hanya seperlima dari konsumsi listrik per kapita Malaysia. Atau Malaysia lima kali lipat dari konsumsi listrik penduduk Indonesia. Hal ini menggambarkan di Malaysia tingkat kemakmuran lebih tinggi dan investasi lebih besar sehingga lapangan pekerjaan lebih banyak.

a�?Ini menjadi salah satu hal yang menjawab mengapa banyak TKI kerja ke sana. Karena lapangan pekerjaan lebih banyak dan disuprot listrik yang memadai,a�? katanya.

Terkait kepastian kapan beroprasinya PLTU Jeranjang unit II yang masih mangkrak saat ini, PT PLN wilayah NTB masih menunggu keputusan dari pusat. Sementara unit I dan unit III sudah beroperasi. Tahun ini, PLN NTB juga mendapat tambahan daya dari Mobile Power Plant (MPP) dengan kapasitas 2×25 MW. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka