Ketik disini

Sumbawa

Pecandu Narkoba Mulai Sadar

Bagikan

SUMBAWA -A� Para pengguna narkoba di Kabupaten Sumbawa sepertinya sudah mulai sadar diri. Hal ini dibuktikan dengan adanya pecandu narkoba yang menyerahkan dirinya secara sukarela untuk direhabilitasi

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sumbawa Kompol Syirajuddin Mahmud mengatakan, pihaknya kini merehabilitasi dua orang pengguna narkoba. Keduanya tengah menjalani pengobatan di RSUD Sumbawa. Adanya pecandu yang merehabilitasi dirinya tersebut berawal dari sosialisasi yang dilakukan pihaknya. Kemudian orang tua yang bersangkutan mendengar dan tertarik untuk membawa anaknya ke BNN Sumbawa.

Rencananya BNN akan mengajak si pecandu yang kini menjalani rehabilitasi untuk melakukan sosialisasi. Mereka akan menjadi narasumber dalam sosialisasi ketika sudah dinyatakan sembuh secara medis. ”Usianya sekitar 26 tahun, mereka masyarakat biasa. Awalnya mereka mengkonsumsi sabu sejak masih di sekolah,” ujar Syirajuddin.

Dijelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dijelaskan bahwa pengguna narkoba di bawah umur ada kewajiban orang tuanya untuk melapor ke pihak yang berwajib untuk diterapi dan direhabilitasi. Apabila tidak ada keinginan orang tua untuk melapor maka akan dikenakan pidana kurungan maksimal enam bulan dan denda Rp 1 juta. Tapi pengguna di bawah umur tidak dikenakan sanksi pidana.

A�”Tapi kalau tidak melapor nanti pas menggunakan narkoba dan ditangkap, maka akan dikenakan sanksi atau proses hukum,” terangnya.

Dalam proses terapi rehabilitasi, dilakukan sesuai dengan jumlah kadar narkoba yang ada di dalam tubuh penggunanya. Jika kadar narkobanya banyak maka terapi rehabilitasi juga akan butuh waktu yang lama. Terapi rehabilitasi dalam prakteknya, mulai dari rawat jalan dan rawat inap tergantung kebutuhan. Tapi bagi yang dinyatakan parah maka harus dibawa ke Lido, Jawa Barat atau di RS Jiwa bagi yang rawat jalan.

Selama rawat jalan pihaknya tetap melakukan pengawasan dan pendampingan. Karena biasanya setelah dokter mendampingi pasien dilanjutkan dengan pengobatan pasien di bawah pantauan BNN. Malam hari BNN akan mengontak pasien dan keluarga dengan harapan dapat mempersempit ruang geraknya. ”Kami imbau supaya ada kesadaran dari orang tua, ketika ada anak terindikasi narkoba supaya segera komunikasi dengan BNN. Supaya anak itu segera kita selamatkan dari narkoba,” pungkas mantan Kabag Sumber Daya Polres Sumbawa ini. (run/r4)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka