Ketik disini

Metropolis

Tim Gabungan Sumbawa Gagalkan Illegal Logging

Bagikan

MATARAMA�– Operasi gabungan Dinas Kehutanan Sumbawa, Kesatuan Pengolahan Hutan (KPH) Batulanteh dan Kodim 1607/Sumbawa berbuah hasil. Mereka berhasil menggagalkan penyelundupan kayu yang diduga hasil illegal logging pada Jumat (14/10) malam lalu di hutan Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa Besar.

Dalam operasi ini tim gabungan mengamankan seorang sopir truk pengangkut kayu berinisial BH, 33 tahun. Sementara truk yang digunakan untuk mengangkut kayu diduga milik oknum polisi berinisial RD.

Di dalam truk itu terdapat berbagai jenis kayu sebanyak 53 batang. Kayu-kayu tersebut memiliki panjang empat hingga lima meter. Beberapa jenis kayu itu, seperti Raju Mas, Udu, Nangka dan Binong. Kayu itu diduga diangkut langsung dari kawasan hutan Kuang Amo Sumbawa.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB, Husnandiaty Nurdin menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah tim gabungan mendapat informasi bahwa illegal logging terjadi di dua titik pada malam itu. Akhirnya, BH yang membawa truk dengan nomor polisi Z 9673 DA ditangkap karena terjebak di dalam hutan. Sementara satu truk lagi diduga sudah kabur terlebih dahulu. Beberapa saksi akan dimintai keterangan dalam kasus ini. Diantaranya Kepala Dusun Kuang Amo berinisial AR dan seorang pengusaha pembeli kayu berinisial AA.

Perempuan yang akrab disapa Eny itu mengatakan, ia datang ke Sumbawa untuk melihat barang bukti di Kodim Sumbawa. Selain itu dia juga mendatangi Dishut Sumbawa untuk melihat proses pemeriksaan tersangka BH.

Mantan Sekretaris Bakorluh NTB itu menambahkan, penyidikan akan diambil alih Dishut NTB. Karena saat ini beberapa kasus serupa juga tengah ditangani di lokasi yang sama di Sumbawa. Diantaranya truk milik tersangka MN asal Desa Doro Peti Dompu.

Dikatakan, salah satu pertimbangan pengambilalihan kasus ini adalah karena kasus tersebut diduga melibatkan oknum kepolisian. Ia memastikan, kayu tersebut diangkut tanpa dokumen sehingga dianggap illegal. Selanjutnya, tim akan melakukan lacak balak untuk mengetahui lokasi penebangan.

Kepala Seksi Pengamanan Hutan Dishut NTB Burhan menambahkan, pihaknya akan mengirim dua penyidik ke Sumbawa untuk melanjutkan pemeriksaan BH dan saksi-saksi lainnya. Terkait keterlibatan oknum polisi, pihaknya belum bisa memastikan. Karena masih harus memperdalam dugaan tersebut. a�?Pembuktiannya nanti oleh tim penyidik berdasarkan bukti dan keterangan saksi,a�? jelasnya. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka