Ketik disini

Praya

Perajin Songket Keluhkan Pemasaran

Bagikan

PRAYA – Para perajin Songket di Desa Sukarara di Jonggat Lombok Tengah (Loteng), mengeluhkan minimnya akses pemasaran. Hasil kerajinan menumpuk namun kurang pemesan dan pembeli.

a�?Tapi, setelah Angkasa Pura I (AP) Lombok International Airport (LIA) turun tangan. Insya Allah, akses pemasaran akan terbuka lebar,a�? kata salah satu perajin Songket Sukarara Saprudin, kemarin di area terminal bandara.

Di tempat itu, ia sebagai perwakilan perajin Songket, menaruh harapan besar, agar Songket khas Desa Sukarara dan sekitarnya semakin dikenal dunia.

Sehingga, kesempatan yang diberikan otoritas bandara kepada dirinya, akan dimanfaatkan sebaik-baiknya, untuk memperluas promosi dan akses pemasaran.

Lokasi stan yang disediakan otoritas bandara pun, menurutnya cukup strategis, langsung berhadapan dengan para penumpang.

a�?Alhamdulillah, sekarang saya bisa memperlihatkan kepada para pengunjung bandara, bagaimana cara membuat Songket,a�? sambung Inaq Suhaimi, salah satu penyesek atau penenun Songket Sukarara.

Jika berbicara durasi waktu, tambah Inaq Suhaimi untuk membuat satu Songket saja, membutuhkan waktu satu bulan. Kendati demikian, sebanding dengan harganya.

a�?Yang membuat kami terharu, stan yang disediakan bandara ini gratis. Alhamdulillah,a�? ujarnya sembari menyesek Songket.

Sementara itu, General Manager (GM) AP I LIA I Gusti Ngurah Ardita mengaku, sejak lama dirinya ingin mengangkat kerajinan Songket Sukarara.

Namun, karena kesibukan dan kepadatan waktu, akhirnya tertunda. a�?Terhitung pada Jumat, kemarin dan seterusnya kami sudah membuka stan UKM corner,a�? kata Ardita.

Stan itu, tekan Ardita diberikan secara gratis kepada pengerajin Songket, tidak dipungut biaya sedikit pun. Harapannya, terbuka akses pemasaran baru, hingga muaranya adalah peningkatan ekonomi para perajin.

a�?Prinsipnya, kami ingin mengangkat dan memperkenalkan produk-produk program binaan kami,a�? ujarnya.Ada 1.100 mitra binaan otoritas bandara, kata Ardita dari pengejarin Songket, mutiara, rumput laut dan sebagainya.

Kedepan, mereka secara bergiliran untuk memperkenalkan hasil karyanya masing-masing. a�?Kunci kemajuan usaha mereka adalah, akses pemasaran. Ini yang kami mulai dari sekarang,a�? katanya.(dss/r2)A�A�A�A�A�A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka