Ketik disini

Kriminal

Polisi Pelaku Pungli Menunggu Sanksi

Bagikan

MATARAMA�– Tiga oknum Satuan Lalu Lintas (Satlantas), yakni Aipda RH, Bripda SD, dan Bripka WS, yang tertangkap tangan melakukan pungutan liar (Pungli), tengah menanti sanksi tegas dari atasannya. Pengamanan Internal Polri serta Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTB pun telah menyerahkan mereka kepada atasan yang berhak menghukum (Ankum).

a�?Sudah dikembalikan kepada Ankumnya. Nanti Ankum yang langsung memberikan sanksi kepada mereka,a�? kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, kemarin (17/10).

Tri Budi memastikan, penangkapan terhadap oknum polisi yang melakukan pungli akan terus berlanjut. Ini sebagai upaya Polda NTB yang mendorong terciptanya pelayanan publik yang bersih dan transparan. Mengenai penangkapan yang dilakukan sebelum pembentukan satgas pemberantasan pungli, lanjut Tri Budi, membuktikan jika Polda NTB konsen membersihkan internalnya.

Hal tersebut, sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dari kebijakan Kapolri, menuntut anggota Polri untuk bekerja dengan profesional, modern, dan terpercaya.

a�?Penangkapannya memang sebelum terbentuk satgas, yang berpedoman pada Sandi Promoter, kebijakan dari Kapolri,a�? kata Tri Budi.

Adanya instruksi pembentukan satgas pemberantasan pungli dari Presiden dan Kapolri, lanjut dia, sebagai penguatan dan peningkatan dalam melakukan penindakan.

Diketahui, Aipda RH merupakan anggota Unit SIM Satlantas Polres Lombok Tengah. Dia tertangkap tangan Paminal dan Propam Polda NTB, Selasa (4/10) lalu. Tertangkapnya RH karena diduga menerima uang dari calon pembuat SIM C. Selain Aipda RH, Paminal dan Propam Polda NTB juga menahan rekan kerjanya, yakni Briptu SD yang diduga menerima uang dari seorang pemohon perpanjangan SIM C.

Oknum anggota Satlantas Polsek Tanjung Bripka WS pun mengalami hal serupa. Dia ditangkap karena diduga telah menerima uang dari seorang warga yang diketahui pelanggar lalu lintas. Uang tersebut diterima sebagai imbalan tidak memberikan tilang, saat operasi gabungan yang dilakukan bersama Dispenda, Kamis (6/10) lalu.(dit/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka