Ketik disini

Headline Praya

Warga Batunyala Gedor Pendopo Bupati

Bagikan

PRAYA – Puluhan warga Desa Batunyala, Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng) berunjukrasa di pendopo bupati setempat, kemarin (17/10).

Mereka meminta, Bupati HM Suhaili FT turun membantu menyelesaikan polemik baru di desa tersebut. Penyebabnya, Kepala Desa (Kades) dianggap melanggar kewenangan yang ada, dengan mengangkat Kepala Dusun (Kadus) sesuka hatinya.

a�?Tanpa, mengikuti ketentuan Perda Nomor I Tahun 2016 tentang, penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan desa,a�? kata salah satu tokoh masyarakat desa setempat, Sarapudin.

Kedatangan massa aksi itu pun, membuat personel Satpol PP kalang kabut. Mereka dengan cepat menjaga ketat pendopo bupati, pintu gerbang langsung ditutup rapat.

Di dalam, Bupati HM Suhaili FT sendiri kabarnya sedang kurang sehat.Tidak lama kemudian, muncul Sekda HM Nursiah dari dalam pendopo.

Dengan langkah cepat, orang nomor satu dijajaran birokrasi Loteng itu pun, meminta puluhan warga untuk meninggalkan pendopo. a�?Seharusnya, jangan demo ke sini (pendopo). Ayo kita ke Pemkab atau gedung dewan,a�? seru Nursiah.

Nursiah meminta alasan warga, mengapa melakukan aksi demonstrasi ke pendopo. a�?Apa masalahnya, sampai warga datang ke pendopo,a�? cetus mantan Asisten III Setda Loteng tersebut.

a�?Kami ke pendopo, karena sudah dua kali kami meminta hearing di dewan. Tapi, kami tidak diterima dengan alasan reses. Begitu pula di Pemkab,a�? sambung koordinator aksi Ikhsan Ramdhani.

Dalam aksinya di pendopo itu juga, puluhan warga melakukan aksi buka baju, sebagai simbol protes mereka kepada Pemkab yang dianggap tidak serius membantu masyarakat. Kendati demikian, melalui negosiasi kedua belah pihak, aksi pun akhirnya berpindah tempat ke gedung DPRD Loteng.

Di tempat itu, mereka menceritakan polemik yang terjadi di Desa Batunyala. Di desa yang satu itu, kadesnya dianggap sesuka hatinya mengangkat para kadus.

a�?Padahal, dalam aturan itu, kades tidak boleh sembarangan menggantikan posisi kadus maupun staf desa,a�? katanya.Berbicara kewenangan, kata Sarapudin kades memang memiliki kewenangan kuat menyangkut urusan tersebut.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan dan dijadikan catatan adalah, pemberhentian kadus itu berlaku, jika perangkat desa bersangkutan meninggal dunia, menundurkan diri atau melakukan pelanggaran berat.

a�?Dari 12 kadus di Desa Batunyala. Ada 10 kadus baru yang diangkat. Apa pun alasannya, kami menolak keras,a�? ujar Sarapudin dihadapan Sekda HM Nursiah, Kabid Pemerintah Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Lalu Budiman dan Kabag Hukum Setda Loteng H Mutawali.

Menanggapi persoalan tersebut, Sekda HM Nursiah berjanji akan menyelesaikan polemik birokrasi di Desa Batunyala. Dengan cara, memanggil camat, kades dan panitia seleksi pengangkatan kadus.

a�?Yang namanya aturan, seharusnya kita sepakat untuk mematuhinya. Tidak boleh dilanggar. Jadi, Insya Allah Rabu atau Kamis besok, sudah ada jawaban,a�? kata Nursiah.

Jika dari penelaahan hukum, tambah Nursiah ditemukan pelanggaran, maka kebijakan yang sudah dikeluarkan kades bersangkutan akan dianulir atau dibatalkan. a�?Mohon kesabarannya, biarkan kami yang akan menyelesaikan persoalan ini,a�? serunya.(dss/r2)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka