Ketik disini

Ekonomi Bisnis

Bisnis Gadget Kian Lesu

Bagikan

MATARAM – Bisnis gadget akhir-akhir ini mengalami penurunan. Hal ini juga dirasakan sejumlah gerai penjualan gadget. SepertiA� Yakin Cell yang berada di Punia Mataram. Gerai telpon genggam ini harus mengencangkan ikat pinggang lantaran khawatir merugi.

Toni, pemilik gerai Yakin Cell mengaku, jika sebelumnya bisnis telpon genggam cukup lancar, tapi kali ini mulai tersendat. Kondisi tersebut dialaminya setahun terakhir.

a�?Bagaimana mau nyetok 25 unit handpone, dua saja tidak bisa laku cepat. Kalau harganya sudah dua juta rupiah ke atas susah lakunya,a�? kata Toni kepada Lombok Post kemarin (17/10).

Tidak saja telpon genggam merk ternama, telpon genggam berharga murah, juga kurang laku. Akibatnya, para penjual telpon genggam berusaha bertahan dengan menjual aksesoris dan sparepart telpon genggam.

a�?Kalau aksesoris lumayan, ada saja yang datang membeli seperti baterai, silicon, casing, atau mobile telecope. Untuk mobil telecope ini harganya bervariasi ada yang Rp100 ribu,a�? papar dia.

Terkait dengan itu, Toni berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi kerugian. Dia mencontohkan sebuah genggam yang lama tidak terjual, harganya akan menyusut jika nantinya muncul produk terbaru.

Jika penyusutan harga mencapai Rp200 ribu per unit, maka setidaknya dia menanggung kerugian satu juta rupiah. Belum lagi beban lainnya yang harus dipenuhi, seperti gaji karyawan. Maka itu dia belum berani menyetok barang.

a�?Kita selalui menunggu perkembangan pasar. Kalau begini ya terus lesu saja,a�? papar dia. (tan/r3)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka