Ketik disini

Metropolis

Duh, Uang Pemkot Terancam Hangus

Bagikan

MATARAM – Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan Pemkot Mataram harus bisa membuktikan sebanyak 3.000 bantuan sambungan air minum pada 2016 telah tepat sasaran. Jika tidak, dana sembilan miliar rupiah yang sudah digelontorkan pemkot tak akan diganti pusat.

“Itu konsekuwensinya, kalau ternyata tak tepat sasaran, ya kami tak mau ganti,a�? kata Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum, Kementerian PUPR M Natsir, kemarin(18/10).

Dia menjelaskan, untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (Mbr), pusat memberikan bantuan pemasangan sambungan PDAM. Syaratnya, pemerintah daerah setempat, dalam hal ini PemkotA� Mataram harus menanggung terlebih dulu semua biaya yang ada. Tahun ini, untuk 3.000 sambungan, dana sembilan miliar rupiah telah dikucurkan. Proses penggantian dana itu dapat dilakukan setelah verifikasi dilakukan.

“Harus tepat sasaran sesuai kriteria yang ada,a�? ujarnya.

Sejumlah syarat yang harus dipenuhi penerima yang wajib masuk golongan MBR dengan salah satu kriteria, sambungan listrik di bawah 1300 watt. Tiap sambungan yang dilakukan juga harus disertakan alamat lengkap yang kemudian diperiksa satu demi satu. a�?Untuk sekarang yang sudah diperiksa 800 sambungan, itu sudah sesuai,a�? ujar Natsir.

Ada juga review acak yang dilakukan untuk memastikan semua penerima memang MBR yang berhak. Dalam dua tahun kedepan, pemerintah harus mengejar 20 ribu sambungan untuk memastikan suplai air bersih pada seluruh MBR di Mataram. a�?Ini untuk pemerataan air bersih,a�? ujarnya.

Sambungan PDAM lanjutnya adalah upaya pemerintah memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Dengan harga rata-rata yang hanya Rp 1.000 untuk setiap meter kubik setara 1.000 liter, air PDAM dikatakan jauh lebih terjangkau ketimbang air keliling yang harus dibeli masyarakat.

“Bayangkan kalau di pedagang keliling itu bisa Rp 2.000 perjerigen, butuh 50 jerigen supaya jadi 1.000 liter, artinya bayar Rp 100 ribu. Bandingkan sendiri selisihnya,a�? katanya menggambarkan.

Dirut PDAM Giri Menang LA Zaini mengatakan, selain menggenjot penambahan sambungan untuk MBR, pihaknya juga terus memastikan ketersediaan sumber air. Kini proses penambahan sejumlah sumber sedang dilakukan. Salah satunya di Narmada yang akan menyuplai hingga 150 liter perdetik.

Menurutnya sambungan gratis yang dilakukan terbukti memberi banyak manfaat. Dengan biaya rata-rata penyambungan yang mencapai Rp 1,5 juta, kini dipangkas menjadi nol rupiah. a�?Bandingkan dengan daerah lain yang masih membebankan beberapa ratus ribu, ini kita gratis,a�? tegasnya.

Hingga beberapa pekan ke depan, pihaknya fokus menemani tim independen turun memeriksa satu demi satu sambungan yang ada. a�?Doakan saja supaya semua lancar, penyertaan modal pemkot bisa dikembalikan, dan tahun depan ada lagi program ini,a�? katanya. (yuk/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka