Ketik disini

Metropolis

Hari Ini Tuak Bakal Disikat

Bagikan

MATARAM – Pemerintah Kota Mataram, dikabarkan sudah mulai gerah dengan bandelnya para penjual tuak yang kembali marak. Setelah disebut-sebut Jumat (14/10) kemarin, para lurah disurati wali kota untuk segera menindak para penjual tuak, maka hari ini, Rabu (18/10) merupakan batas akhir.

Jika tidak juga patuh, maka akan ada tindakan secara hukum, dari PPNS atau Kepolisian yang diminta turun untuk menyisir para penjual tuak. a�?Iya besok (hari ini) batas terakhirnya,a�? kata Lurah Cakranegara Timur, I Made Agus Dipayana JW.

Sebelumnya, Agus mengatakan jika dirinya memang meminta waktu dua hari untuk mensosialiasikan surat itu pada para pedagang di wilayahnya. Setelah itu, ia mempersilakan Satpol PP melalui PPNS atau Kepolisian untuk menjerat para penjual secara hukum.

a�?Tanda tangan di atas materai sudah, kalau tetap saja bandel ya sudah silahkan dieksekusi,a�? imbuhnya.

Dalam pantauan Lombok Post, para penjual mulai marak memajang dagangan dari siang hingga malam hari. Meski sudah diingatkan, mereka tetap bandel memamerkan dengan alasan takut dikira tutup atau stok sudah habis oleh para pelanggannya.

a�?Tidak perlu lagi surat permohonan ditertibkan, silahkan Satpol PP kalau mau tindak, tindak saja,a�? tegasnya.

Batas waktu dua hari dirasa Agus sudah cukup untuk membuat semua pedagang mengerti keinginan pemerintah. Jika ternyata masih ada juga yang tetap menjual, maka itu bukan lagi ketidak tahuan. Melainkan bentuk pembangkangan dan ketidaktaatan mereka pada aturan daerah.

a�?Kalau kemarin kita masih anggap mereka tidak tahu. Tapi sekarang saya fikir, mereka semua sudah mengetahui itu dilarang pemerintah,a�? tandasnya.

Sementara itu, Kabid Trantibum Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati menampik tudingan, pejabat saling lempar soal penanganan tuak. Ia mengatakan tahapan saat ini memang masih harus persuasif.

Para Lurah diminta mendekati para penjual tuak di kawasannya, agar jangan menggelar lapak-lapak minuman secara terbuka. a�?Lurah, minta kami jangan turun dulu,a�? kata Bayu.

Mekanisme ini ditegaskanya, memang harus ditempuh. Meski di awal-awal upaya penertiban tuak lalu, hal serupa sudah ditempuh pemerintah. Baik dari sosialisasi, menerbitkan surat teguran, peringatan hingga ancaman tindakan hukum.

Lebih lanjut, Bayu mengatakan pihaknya bukan tidak berani melakukan tindakan tegas untuk memberi efek jera. Hanya, saja Satpol PP tidak bisa semaunya masuk wilayah Lurah, jika tanpa perintah. Itu sama saja dengan tidak menghargai kepala wilayah. a�?Masa ujug-ujug main sikat, kita hargailah kepala wilayahnya,a�? imbuhnya.

Jika hari ini masih tetap bandel, Bayu menjanjikan sudah tidak ada lagi teguran lisan. Penindakan akan ditempuh melalui jalur hukum. Dalam hal ini, PPNS atau aparat kepolisian yang akan melakukan itu. (zad/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka