Ketik disini

Praya

Kantor Bupati Loteng Dilalap Api

Bagikan

PRAYA – Asap tepal mengepul di kantor bupati Lombok Tengah (Loteng), kemarin (18/10) sekitar pukul 09.30 Wita. Para pegawai berusaha menyelematkan diri, hingga membantu personel pemadam kebakaran memadamkan si jago merah.

Aksi para pegawai itu sendiri, merupakan program simulasi penanganan musibah kebakaran, yang sewaktu-waktu mengancam mereka di lingkungan kerja dan rumah.

a�?Mereka harus paham, bagaimana meminimalisir terjadinya korban jiwa. Itu yang terpenting,a�? kata koordinator Damkar BPBD Lalu Bisri Samsuri.

Langkah yang harus diambil, begitu terjadinya musibah, terang Bisri yaitu, menyelamatkan diri sendiri dan kerabat terdekat lainnya. Kemudian, baru memikirkan harta dan benda.

Setelah itu, berusaha memadamkan api, dengan menggunakan air atau alat pemadam ringan. a�?Itu konsep penanganan kebakaran yang harus diperhatikan dan dilaksanakan,a�? serunya.

Bagi Bisri, personel Damkar harus dibantu dalam penanganan musibah yang satu itu, dimana pun dan kapan pun. Karena, secara geografis Gumi Tatas Tuhu Trasna cukup luas.

Sehingga, tidak bisa dijangkau dengan cepat oleh BPBD. Ditambah lagi, minimnya mobil Damkar dan sumberdaya manusia.

a�?Kalau ada kejadian seperti ini, tolong disosialisasikan kembali ke masyarakat. Cepat padamkan api, lalu laporkan ke kami segera,a�? serunya dihadapan para pegawai lingkup Pemkab.

Dalam kesempatan itu, beberapa abdi negara ikut memegang alat pemadan ringan, hingga menyemprotkan air dari mobil Damkar. Api pun berhasil dijinakkan.

Kendati demikian, suara sirine mobil Damkar tetap dibunyikan. a�?Program semacam itu menjadi kegiatan rutin yang kami gelar. Tidak saja dikalangan pegawai, tapi masyarakat pada umumnya,a�? sambung Sekretaris BPBD Sahabudin.

Mereka, tambah Sahabudin butuh pendidikan dan pelatihan, tidak sebatas konseptual semata. Sehingga setiap kali turun, BPBD menyiapkan perangkat keras dan lunak. Selanjutnya, warga diharapkan ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dimaksud.

a�?Boleh masyarakat mengandalkan kami. Tapi, penanganan awalnya ada di tangan masyarakat itu sendiri,a�? kata mantan Kabag Humas DPRD Loteng tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya menyerukan agar masyarakat tetap waspada, musibah tidak bisa diprediksikan kapan datangnya. Namun, perlu dilakukan langkah antisipasi.

a�?Mohon kerja sama semua pihak, dalam mensukseskan program penanganan kebakaran ini,a�? kata Sahabudin.(dss/r2)

A�

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka