wholesale nfl jerseys Ogah Defisit, Pemkab Pangkas Belanja

Ketik disini

Giri Menang

Ogah Defisit, Pemkab Pangkas Belanja

Bagikan

GIRI MENANGA�– Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lobar 2017, diperkirakan mengalami defisit anggaran senilai Rp 61 miliar. Defisit terjadi berdasarkan penyusunan A�rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2017 senilai Rp 1, 59 triliun lebih.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lobar, Dr H Baehaqi mengatakan, dalam proses penyusunan rancangan KUA-PPAS 2017 terjadi kenaikan belanja. Sehingga berakibat pada defisit anggaran mencapai Rp 61 miliar.

a�?Defisit ini yang kita hindari, kebutuhan belanja terus kita tekan,a�? terangnya ditemui saat menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Lobar, kemarin (18/10).

Pendapat Asli Daerah (PAD) Lobar 2017 mendatang diperkirakan mencapai Rp 1,59 triliun lebih. Belanja pun langsung disesuaikan untuk membiayaiA� program yang akan dilaksanakan olehA� SKPD, berdasarkan urusan pemkab.

“Kelebihan-kelebihan belanja yang menyebabkan defisit itu sekarang tidak lagi. Jika belanja-belanja itu bertambah (SKPD), itu kondisinya baru defisit Rp 61 miliar,a�? jelasnya.

Baehaqi mengatakan, rancangan KUA-PPAS bakal disampaikan ke DPRD Lobar melalui rapat Paripurna pekan depan. Karena pihaknya saat ini tengah finalisasi angka-angka. “(KUA-PPAS) yang jelas tidak sampai defisit. Sudah stabil,a�? jelasnya.

Dalam penyusunan KUA PPAS 2017, Pemkab Lobar tetap mengacu pada besaran Dana Alokasi Umum (DAU) 2016. Ini sesuai arahan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dimana, harus sama dengan DAU sebelumnya. DAU Lobar tahun ini mencapai sekitar Rp 716 miliar.

“Oleh Kemendagri kita diarahkan, susunlah KUA-PPAS sesuai DAU sebelumnya. Dan itu sudah kita lakukan, KUA-PPAS sudah stabil,a�? tegas Baehaqi.

KUA PPAS 2017 ini dipastikan sudah disesuaikan dengan SKPD baru yang nantinya terbentuk berdasarkan Perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

a�?KUA PPAS sudah kita sesuaikan dengan OPD yang baru. Total ada 42 SKPD, ditambah rumah sakit menjadi 43 SKPD. Kemudian pejabat eselon II-nya sekitar 32 orang,a�? tandasnya.

Sementara penganggaran APBD 2017 masih diprioritaskan pada isu-isu strategis nasional. Di antaranya, mengentaskan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan, dan reformasi birokrasi. (zen/r5)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka