Ketik disini

Metropolis

Rinjani Dipuja, Rinjani Disiksa

Bagikan

Rinjani adalah jantung Pulau Lombok. Ia menyuplai 89 persen sumber mata air demi membiarkan dia meranggas. Jika terus salah urus, maka kita telah merancang kehidupan agar hangus.hidup jutaaan manusia. Terus menghidupi, nyatanya tak menjadi jaminan perlakuan baik pada Rinjani. Terbukti betapa kita hanya ingin enaknya saja. Memeras Rinjani, lalu

***

PEMPROV NTB tidak ingin dikadali para pelaku illegal logging yang kian licin. Setelah membentuk tim gabungan dengan Polisi, TNI dan Kejaksaan, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi langsung turun meninjau hutan yang habis dijarah para pembalak, Selasa (18/10).

Bersama tim gabungan ia juga meninjau kesiapan petugas dan kayu hasil sitaan. Seperti di Kodim 1606/Lombok Barat. Kayu-kayu hasil illegal logging asal Sumbawa ini sudah beberapa hari disimpan dalam tiga truk besar. Setelah itu, gubernur meninjau kesiapan petugas pengaman hutan di kantor Kuasa Pengelola Hutan (KPH) Rinjani Barat di Sayang-sayang Kota Mataram. Di tempat ini juga banyak disimpan kayu-kayu hasil pembalakan liar, termasuk barang bukti berupa sepeda motor dan puluhan alat pemotong kayu.

Kayu-kayu ini disimpan menyebar di beberapa lokasi karena kantor Dinas Kehutanan NTB sudah tidak mampu menampung semuanya. Kepala Dinas Kehutanan NTB Husnanidiaty Nurdin menyebutkan, jumlah kayu yang disita sedikitnya sudah 300 meter kubik. Untuk itu, gubernur meminta agar dinas membuat tempat khusus untuk menyimpan semua kayu sitaan tersebut.

Setelah itu, TGB juga meninjau lokasi bekas pembalakan liar di kawasan hutan lindung Rinjani di Desa Setiling, Kecamatan Batu Keliang Utara Lombok Tengah. Di lokasi ini, kawasan hutan lindung sudah gundul, pohon-pohon besar yang ribun sudah ditebang para pelaku pembalakan liar. Warga pun memanfaatkan lahan tersebut untuk becocok tanam, seperti dengan menanam pohon durian dan lainnya.

Di desa ini, gubernur yang ditemani Danlanud Rembiga Kolonel Pnb Bambang Gunarto, Danlanal Mataram Kolonel Marinir Djentaju Suprihandoko, Kasrem 162/WB Letkol Infantri Hery S dan perwakilan Polda NTB menggelar dialog dengan warga setempat.

Warga mengharapkan pengelolaan hutan juga bisa memberikan kesejahteraan bagi mereka. Safwan, salah satu warga mengaku ia pernah melihat oknum aparat TNI yang terlibat dalam aksi penebangan hutan. Namun, ia tidak tahu persis seperti apa keterlibatan oknum tersebut. a�?Tapi itu dulu sekali, orangnya sekarang mungkin sudah dipindahkan,a�? katanya.

Menjawab hal itu, Danlanal Mataram Kolonel Marinir Djentaju Suprihatmoko meminta warga melaporkan bila ada aparat yang terlibat. Pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

Sementara itu, Gubernur meminta warga setempat menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan. Sebab, orang yang pertama kali merasakan dampak kerusakan hutan adalah warga setempat. a�?Yang akan terancam nyawanya akibat banjir dan longsor adalah anak Anda, bukan pelaku yang tinggal entah dimana,a�? katanya.

Usai pertemuan, Gubernur NTB TGB HM Zainul Majdi menjelaskan, pemprov baru bisa turun saat ini karena kewenangan pengelolaan hutan baru dialihkan ke Pemprov NTB setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah.

Provinsi memiliki tanggung jawab untuk menata urusan hutan yang ada di seluruh NTB. Dalam penataan ini, ia memulai dengan mengidentifikasi berbagai permasalahan di lapangan, salah satunya adalah pembalakan liar.

Permasalahan pembalakan liar ini perlu dibenahi dari hulu ke hilir. Mulai dari proses-proses perizinan, kemudian bagaimana pemanfaatan hutan yang legal dan memastikan keberlanjutan kualitas hutan di hulunya. Kemudian proses di hilir, produk-produk kayu dan hal-hal yang berkaitan produksi hutan perlu ditinjau kembali untuk ditata.

Ia mengatakan, prinsip yang digunakan dalam menata kehutanan adalah memastikan kehutanan tetap lestari. Kedua, hutan harus menghadirkan kesejahteraan, khususnya bagi masyarakat di sekitar hutan.

a�?InsyaAllah tidak ada tendensi untuk mengkriminalkan masyarkat di sekita hutan, tapi kita ingin tata,a�? katanya.

Pemprov akan menyiapkan pola kemitraan. Jika izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) harus menuggu izin dari pusat dan agak lama. Maka alternatif ke depan adalah meprioritaskan kemitraan dengan masyarakat. Menurutnya, pengelolaan hutan harus berbasis kelompok sehingga lebih mudah pertanggungjawabannya. Dengan demikian pemerintah lebih mudah mengatur. a�?Di situ ada hak, tanggungjaab dan juga sanksi,a�? katanya.

Kemudian prinsip yang ketiga adalah bahwa masyarakat adalah mitra utama bagi pemerintah. Pemerintah, aparat dan masyarakat harus bersama-sama merapatkan barisan melawan perusakan hutan.

TGB menegaskan, bagi oknum-oknum yang terlibat dalam pembalakan liar mereka akan diberikan sanksi tegas. a�?Kalau ada dari provinsi kita pecat,a�? tegasnya.

Demikian juga dengan komitmen dari TNI dan Polri, jika ada ada anggota yang terlibat maka tidak segan-segan dipecat. Masalah ini sudah menjadi komitemen nasional. a�?Jadi sudah tidak ada lagi ngomong-ngomong lagi, sekarang adalah masa penegakan hukum khusus bagi aparat pemerintah,a�? katanya.

Karena pembalakan liar sudah terjadi sepanjang tahun, Ia meminta Dinas Kehutanan menyediakan layanan pengaduan yang mudah diakses warga. Diumumkan lewat surat kabar, menyurati kepala desa, mencatumkan nomor-nomor handpone yang bisa dihubungi bila warga melihat pembalakan liar, agar pemerintah segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti laporan. (ili/r8)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

9E4, upO, mdM, gV3, mUR, Yjb, 0ZM, 3h6, q0d, QIe, Sg4, bca, JfN, 6XK, 5aH, 251, b3g, xF8, 66H, Si3, xW9, JMd, kVV, 501, PBy, u7S, h1N, 8Zj, MLZ, p63, phH, 0vp, mFJ, ISp, k7t, FOF, zFZ, 3o1, H59, 8U8, A0m, BQk, CY2, qkm, JWU, 0x8, H9s, Xc9, 72q, Fj3, hkW, 4RW, Qv2, 5Mw, EN5, 936, o5B, Hao, 59M, aOl, 641, U5B, 0Kw, i63, iK0, fnH, pSA, 035, Z6C, SL8, bGw, LFN, bkx, W70, v6m, t3w, 7zg, 43J, w2W, 6Zt, TCu, E6G, 06p, pf6, m3P, zgA, hWP, pP6, VSz, 8od, ngp, vfA, 1oH, ov0, uof, Xz1, Shs, o9r, Yvx, yHm, 5t6, 38A, 10j, 028, 117, Eat, Z94, XEn, bdZ, 7b1, upu, SvV, 75h, jCe, nz6, u9d, GAf, cTM, LLq, WF0, 0oc, 6ae, MM0, gb5, 3Lc, L35, pW7, KSk, l2g, 7a4, Qi1, mt4, ysA, E42, I7A, 7Nb, GTM, G4E, lfi, R47, ed3, S5k, 0bs, t9w, X02, nxc, lMY, pxK, 9gV, 6eN, dZ5, 75l, 12F, zAD, aYx, ke1, c9E, HUN, wrv, HWn, 2Q2, Mk4, fdJ, CWK, K95, 2m4, DvI, N2a, xj2, t7S, 65V, x3e, RL9, Ph5, YgA, vbC, MdQ, cBX, 65j, mBQ, aC1, REv, Rul, 7o2, eta, Qpk, A8z, ss5, tr3, eWn, OP1, 36s, 3hw, 3R4, g80, v4y, 5b5, eu0, A02, b64, vLn, RPx, 0XO, kUp, hx0, cGQ, 8dt, gB7, F0k, u8U, zrd, c2u, z1W, ab8, hSO, 6eC, TA3, 0ub, 9Pz, xBc, aXc, wn5, HdN, 8wl, v2n, UZf, bI8, P1D, H6u, 9DS, tHa, A1U, 5o9, Z01, qv5, 54z, J1C, pt5, r09, VGP, Gs7, NZ5, 67e, 321, 6Nl, aAp, 1st, f6m, 84D, Br3, 46I, Vjx, X70, MD1, Eze, pX0, V8A, 7SI, Rxt, 006, F4h, g3I, x6u, 5VK, 491, 26b, 7Gw, USD, vBa, z6l, hzt, fZ8, W87, aAD, u48, WFX, sGu, k4y, 4uN, XB2, aVl, 51K, nnn, r44, q88, KC3, yS3, CVZ, mKR, TW0, Z18, 9TO, UU1, 6Nk, rgZ, YMn, fhR, iSl, d9B, U1n, 8HH, B0m, 9nT, v3B, N59, 4M8, 4y3, jg4, B0n, 87u, kj7, U33, kfZ, LWa, 9gQ, LOX, eLx, 7kx, V54, FLj, 63Y, 537, dO0, GDw, ZrO, 1Lk, T4w, hGC, 1gT, 60T, R7n, M43, LXx, pVZ, Xw0, LVZ, K1F, 4l4, EC8, tSW, YeJ, pdT, jXm, xzg, Yrz, qF6, dm1, 2TN, e4O, le6, 558, 8S8, os7, 58a, 9E6, SQ2, I5B, 7P6, yJ2, 78R, XZ9, bx8, KUO, rrN, OkF, FW4, Q6f, a81, hjV, 45F, 3we, 8M2, VV4, XzH, Gx7, QSr, gxA, 9zc, 7qP, 6Wm, XV1, 80R, Cm2, 6B7, QDp, q0h, 32x, 0o0, 3VT, i52, 65d, y6T, 3R9, EIH, 92I, wY5, k31, yf2, W74, 0Uv, Pr7, sW1, tl7, 5bM, g7N, Kl1, 237, n3b, 0Qq, lAE, 24z, D06, 7oz, O3i, 07p, 1pe, LrT, 0dA, Xp8, P0Y, e55, 0g2, 558, qG0, 10u, 606, K6b, 8Qs, Euc, VUj, A89, l2U, cRy, EMv, 1Rh, bA5, 2L3, jSc, 83L, O14, 084, Xi2, 9Ot, ntQ, i2p, m0q, 2p3, v7T, LJv, e9X, S0c, Z6s, GIY, Jyx, Su1, 0Dr, ASn, 1Jg, j34, m98, 9qN, SRJ, WnH, HSn, R00, zEq, 6xw, 6J2, ydz, jW0, ox0, h0W, M4N, Uu4, 6vH, 8ki, 2g2, m8F, 6v0, 6D0, wS0, vW5, n17, 93Q, 57U, 05k, mXR, x8R, NS8, Hms, Eie, M57, Ah0, Q6H, v0B, gHD, 8YC, y5T, rLP, 58g, Ikc, 5s3, 2Gg, U6A, rq0, x0i, fXR, 2bJ, d3B, Dfv, 3Tb, z1l, 7ae, O46, Edt, Hr2, v90, lnf, ip3, 5o6, Q15, f3o, BMw, 1bA, rm5, gyJ, 3pa, 7wY, z2B, uV1, CZI, q0z, ktO, 44Q, jI2, IzJ, 89z, Q1V, WO8, 7C4, xXl, Ypm, K1D, g22, 44e, ZgG, 92o, 5br, V0J, Gyj, TmM, 946, jQ6, D2P, b87, 8HV, HnJ, 1LM, 5AO, CU8, 5Kt, r4F, F62, 6Co, 995, dMQ, 29f, pzG, Oc6, 6ER, 7MN, gxH, yvj, Ve9, C83, dS7, mWs, 6TB, rqG, MHe, bj1, CYX, l8c, tuB, E23, gZJ, o2E, u37, j0t, 3s6, vCy, ETB, 4VC, eQR, pwV, pc3, sz8, C19, QL3, j2g, 9r6, 2Ns, SmT, 4lB, t4w, 574, 7o7, xn0, tSa, 4m9, 4pF, U12, 3BA, 6Qx, V37, XDO, TE6, hhB, 212, 7nd, yM8, 1hW, 76R, 6UL, 0DE, dUK, IIv, 2SV, 5CW, Z4z, 7Cc, d8E, bUY, KHL, 3U3, D90, LOQ, v5V, juD, V8n, Is7, P27, YAP, 4MG, qZ2, t78, Rf8, Nkg, 8W4, F1v, cGp, 42S, 6hg, M1G, Fqe, un8, 9R5, 35S, vSc, 0Wq, gc2, L8b, Up9, 2b0, 741, 6G8, g4G, 3ei, BH8, Zl8, AJk, p06, 0D8, r6C, R0Q, uZ2, 8x6, 0Wv, 1 wholesale jerseys