Ketik disini

Headline Metropolis

21.943 Warga NTB Jadi Korban Kekerasan

Bagikan

MATARAMA�– Jumlah korban tindak kekerasan di NTB cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Sosial Kependudukan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB menunjukkan, populasi korban tindak kekerasan dan pekerja migran di NTB tahun 2009-2015 mencapai 21.587 orang.

Sementara korban kekerasan hingga Juli 2016 sebanyak 356 orang. Terdiri dari berbagai kasus yakni, 7 orang korban KDRT, 11 orang korban perdagangan orang, 10 orang korban tindak kekerasan fisik, 4 orang korban kejahatan seksual, dan 324 orang pekerja migran terlantar.

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin mengaku cukup prihatin dengan tingginya korban kekerasan ini. Masalah ini harus menjadi perhatian semua pihak untuk sama-sama menghentikan aksi kekerasan di tengah masyarakat. Persoalan sosial ini tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, tapi butuh kesadaran semua elemen. Mulai dari keluarga, lingkungan sosial, tokoh masyarakat dan pemerintah selaku penentu kebijakan. a�?Kita harus sama-sama menghentikan ini, jangan sampai semakin banyak korban,a�? katanya.

Ia juga meminta kepada dinas terkait untuk memaksimalkan program perlindungan sosial yang ada. Baik dalam mencegah maupun memberikan perlindungan sosial bagi korban. Sebagai salah satu daerah pengirim TKI terbesar nasional, potensi korban kekerasan sangat rentan di NTB. Untuk itu perlu penanganan berkesinambungan. Kerja sama tidak hanya dengan instansi dalam negeri, tapi juga negara tujuan pengiriman TKI.

Kepala Disosdukcapil NTB H Ahsanul Khalik menjelaskan, kasus-kasus yang terdata tersebut sudah masuk ranah hukum dan ditangani bersama kepolisian. Belum termasuk kasus yang tidak terdata di dinas. Untuk itu, ia berharap NGO dan masyarakat untuk terus mengungkap kasus kekerasan yang belum masuk data. Sehingga Disosdukcapil bisa melakukan advokasi. a�?Pemerintah harus hadir di situ,a�? katanya.

Untuk menekan angka kekerasan ini, ke depan pihaknya akan melakukan langkah-langkah strategis. Seperti, sosialisasi di lapangan, bekerja sama dengan media, NGO dan organisasi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemberdayaan terhadap korban tindak kekerasan tersebut. (ili/r7)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka