Ketik disini

Ekonomi Bisnis

BRI Uji Coba 126 Kartu Tani

Bagikan

MATARAMA�– BRI Kanca Mataram menjadi pilot project uji coba Kartu Tani di Lombok. Sebanyak 126 petani dalam uji coba ini sudah mendapatkan Kartu Tani dan diserahkan BRI di Bapeluh Kota Mataram kemarin. Program kartu tani ini difasilitasi BRI dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF).

a�?Melalui ini BRI mendukung program pemerintah untuk mengimplementasikannya,a�? kata Kepala Bagian Pengembangan ProdukA� dan Strategis Bisnis KreditA� Program Kantor Pusat BRI Djoko Purwanto di Bapeluh Kota Mataram kemarin.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana,A� Kepala Bagian Pengembangan ProdukA� dan Strategis Bisnis KreditA� Program Kantor Pusat BRI Djoko Purwanto, Pemimpin Cabang BRI Kanca Mataram IGNG Jaya Hardana, Kepala Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal Rofyanto Kurniawan, Kepala Bapeluh Kota Mataram Hj Tasnim Sastiani, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB Taukhid, jajaran.

Ia menjelaskan, BKF menginisiasi program pemerintah. Sejauh ini untuk NTB datanya akan disinkronkan terlebih dahulu. BRI sementara ini telah menyiapkan sekitar 500 kartu. Jika ada penambahan, maka akan segera ditindaklanjuti.A� a�?Intinya BRI siap dalam menyediakan Kartu Tani ini,a�? tambahnya.

Kartu Tani adalah kartu elektronikA� yangA� didesainA� khusus untuk petani. Kartu ini dapat berfungsi sebagai kartu yang dapat membaca kuota pupuk bersubsidi di EDC BRIA� dan Kartu Debit BRI.

Dengan kartu ini diharapkan, seleksi terhadap petani yang berhak menerima subsidi dari pemerintah menjadi lebih efektif. Sehingga konsepA� subsidi atau bantuan, bukanA� lagiA� berdasarkan produknya , tetapi siapa (orang/individu) yang berhak untuk mendapatkannya.

a�?Kartu Tani ini memenuhi asas enam tepat. Yaitu tepat jenis, tepat jumlah, tepat mutu, tepat lokasi, tepat waktu, tepat harga, dan kami BRI menambah satu lagi yaitu tepat orangnya yaitu kartu jawabannya,a�? terangnya.

Pemimpin Cabang BRI Kanca Mataram IGNG Jaya Hardana menjelaskan, Kartu Tani bertujuan meningkatkan pelayanan pemerintah terhadap petani dalam mengakses perbankan maupun pihak terkait seperti Bulog dan BUMN bidang pertanian.

Kartu Tani akan berbentuk seperti kartu ATM biasa akan terkoneksi dengan sistem yang dikembangkan Himbara. Sehingga, isi kartu akan berisi dokumen mengenai luas lahan, kebutuhan pupuk, bibit, serta komoditas yang dikembangkan petani.

Sejauh ini Kartu Tani yang dikeluarkan BRI disinkronkan dengan Program Simpedes BRI. Sehingga petani yang memiliki kartu bisa melakukan transaksi di semua jaringan BRI dimana saja. Termasuk juga di agen BRILink yang tersebar sampai ke tengah masyarakat.

a�?Nantinya akan bisa digunakan untuk pengajuan kredit usaha rakyat (KUR),a�? katanya.

Kepala Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal Rofyanto Kurniawan memaparkan Kartu Tani dinilai dapat mengurangi kebocoran subsidi pupuk bagi petani yang berhak menerima bantuan ini. Basis data yang akan digunakan untuk uji coba adalah Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) 2016 yang dipadankan dengan data Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian (SIMLUHTAN).

a�?Data yang akurat menjadi kunci keberhasilan penyaluran langsung pupuk bersubsidi,a�? jelasnya.

Ia menjelaskan, Pulau Lombok terpilih menjadi daerah pertama di luar Jawa untuk uji coba ini. Karena data di Lombok, khususnya Kota Mataram yang paling baik. Sehingga program ini bisa dilakukan uji coba langsung dengan kontrol dari semua pihak, baik pusat maupun daerah.

a�?Apa yang kurang akan kami tambahkan untuk menyempurnakan uji coba bertahap ini sehingga nantinya bisa direalisasikan untuk seluruh petani yang ada di NTB,a�? ujarnya.

Sementara itu Kepala Bapeluh Kota Mataram Hj Tasnim Sastiani menjelaskan luas baku lahan sawah Kota Mataram saat ini 1.973,62 hektare. Dengan kelompok pangan dan hortikultura sebanayak 80 kelompok yang jumlah anggotanya 2641 orang petani.

a�?Diharapkan dengan kartu tani tidak ada lagi petani yang harus mendapatkan subsidi tapi kehabisan jatah subsidinya,a�? tandasnya. (nur/r3)

 

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka