Ketik disini

Kriminal

Laporan Sunandar Bisa Ringankan Zaini?

Bagikan

GIRI MENANGA�a�� Kasus pemerasan yang menjerat mantan Bupati Lombok Barat (Lobar) H Zaini Arony memasuki babak baru. L Sunandar, warga Dusun Bengkang, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong muncul dengan membawa bukti mengejutkan.

Sunandar membantah telah menjual tanahnya di kawasan Meang yang masuk dalam perkara Zaini kepada S, seorang calo tanah. Sunandar mengklaim, hingga saat ini sertifikat atas tanah seluas 9.525 meter persegi itu masih dipegangnya dan belum dijual ke pihak manapun.

a�?Saudara S sudah saya laporkan ke Polda NTB beberapa waktu lalu atas dugaan pemalsuan dokumen. Dan saya sudah menjalani pemeriksaan hingga tujuh kali,a�? ungkap Sunandar kepada wartawan, kemarin.

Diketahui dalam perkara Zaini yang telah diputus hakim, tanah tersebut merupakan satu dari dua tanah pemberian Putu Gede Djaja, Direktur PT Djaja Bussiness Group (DGB) selaku saksi dan pelapor di kasus ini. Putu memberikan dua lahan itu kepada Zaini dibawah tekanan sehingga dikategorikan sebagai tindakan pemerasan.

Masing-masing tanah memiliki luas 19.986 meter persegi dengan sertifikat hak milik (SHM) nomor 688 dan 9.525 meter persegi dengan SHM nomor 685. Kedua tanah dengan total luas sekitar 3 hektare itu diminta Zaini kepada Putu untuk dibuatkan akta jual belinya dari pemilik ke orang yang telah ditunjuknya, di Kantor Notaris dan PPAT Fitri Susanti.

a�?a��Pemberian-pemberian yang dilakukan Putu Djaya tidak berdasarkan sukarela melainkan karena adanya tekanan dari terdakwa,a��a�� kata hakim Prim Hariadi membacakan vonis Zaini, pertengahan 2015 silam.

Namun nyatanya Sunandar kini muncul dan menegaskan jika tanahnya tidak pernah dijual ke siapapun. Pernyataan ini sebenarnya sudah disampaikan L Darme, saksi di persidangan Zaini. Darme yang merupakan keluarga Sunandar sekaligus warga sekitar mengatakan, tanah itu sama sekali tak dijual dan belum dibayar.

a�?Saat perkara Pak Zaini disidangkan, saya tengah berada di Malaysia. Jadi kesaksian diberikan dia (Darme, Red),a�? tutur Sunandar.

Pria kelahiran 1970 silam ini membenarkan A�jika tanahnya sempat masuk dalam area yang dibidik investor. Karenanya, kendati baru empat bulan di Malaysia, dia segera pulang untuk mengamankan tanah warisan dari orang tuanya.

Sayangnya ketika kembali dia mendapat kabar jika tanahnya masuk dalam perkara Zaini yang tengah disidangkan. Akta jual beli (AJB) tanah miliknya pun tiba-tiba muncul sehingga membuat tanah yang dimilikinya kini a�?bermasalaha�?.

A�Sunandar menyebut S yang telah dilaporkannya ke Polda merupakan biang kerok munculnya akta jual beli bodong itu. Sebelum kasus Zaini mencuat, S memang berkali-kali datang ke rumahnya. Mengatasnamakan suruhan bos dari PT DBG, S berniat membeli tanahnya.

S bahkan sempat membawakan Sunandar dan ayahnya uang sebanyak dua bendel dengan kisaran nilai Rp 150 juta. Sang ayah diminta memegang uang itu dan difoto.

a�?Setelah difoto, S kemudian pergi sambil membawa KTP saya dengan berbagai alasan,a�? cerita Sunandar seraya menyebut pihaknya menolak menerima uang itu.

Menyadari niat kurang baik S, Sunandar dan ayahnya bersikeras tak mau melepas lahan milik mereka. S kemudian mengajak Sunandar dan ayahnya ke salah satu notaris di Gerung, Lombok Barat. Pertemuan di notaris dilakukan dua kali dan tak sekalipun ada kesepakatan jual beli dan mereka tidak pernah menerima uang pembayaran dari S.

a�?Namun entah kenapa kok tiba-tiba sudah terbit AJB untuk tanah saya,a�? ujarnya.

Sunandar menuding S telah melakukan pemalsuan dokumen. S menggunakan orang lain yang diklaim sebagai Sunandar palsu berbekal KTP asli miliknya yang tidak dikembalikan hingga saat ini.

a�?Dari situlah muncul dan terbit AJB baru,a�? ungkapnya.

Karena itu, ia pun lantas melaporkan kasus ini ke Polda NTB agar S yang menjadi dalang kasus ini segera ditangkap. Jika sosok itu
tidak segera ditangkap, ia khawatir kasus pemalsuan dokumen akan dihentikan penyelidikannya atau dipeti-eskan. Sehingga otomatis lahan miliknya pun akan lenyap.

A�a�?Dari pihak kepolisian sudah berjanji akan serius menangani kasus ini termasuk menangkap dalangnya,a�? kata Sunandar.

Namun hingga tujuh kali pemeriksaan, S selaku terlapor belum juga ditahan. Sunandar menaruh harapan besar pengungkapan kasus ini bisa membantu meringankan vonis hukuman Zaini Aroni yang diputus menjalani hukuman 7 tahun penjara. Karena kasus pemalsuan dokumen oleh S itu bisa menjadi novum baru di pengadilan.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti yang dikonfirmasi belum bisa memberi keterangan. Dia baru akan mau mengecek laporan dari Sunandar. (ida/dit)

Komentar

Komentar

Tags:

Anda mungkin juga suka

 wholesale jerseys